finnews.id – Penanganan bencana longsor di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, terus mengalami perkembangan. Hingga Minggu siang, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mencatat sebanyak 16 kantong jenazah korban longsor telah ditemukan dan saat ini menjalani proses identifikasi.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa seluruh kantong jenazah tersebut telah dibawa ke Pos Disaster Victim Identification (DVI) yang berlokasi di Puskesmas Pasirlangu.
“Per pukul 12.00 WIB, jumlah kantong jenazah yang kami terima bertambah menjadi 16. Sebelumnya, pada hari kemarin tercatat sebanyak 11 kantong jenazah,” ujar Hendra di Bandung, Minggu.
Dari total tersebut, sembilan korban telah berhasil diidentifikasi. Proses identifikasi dilakukan dengan mencocokkan data ante-mortem korban, baik secara manual maupun melalui sistem digital yang terhubung dengan data kependudukan nasional.
“Sembilan jenazah sudah terkonfirmasi identitasnya melalui data sebelum meninggal dunia,” jelas Hendra.
Ia menambahkan, Pos DVI menjadi pusat penanganan seluruh jenazah hasil evakuasi tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BNPB, Polri, dan TNI. Proses identifikasi dilakukan secara menyeluruh melalui pemeriksaan post-mortem, termasuk pencocokan gigi, sidik jari, wajah, serta ciri fisik lainnya guna memastikan keakuratan identitas korban.
Sementara itu, proses pencarian korban masih terus berlangsung. Hingga saat ini, sekitar 80 orang dilaporkan masih dalam pencarian. Bencana longsor tersebut juga menyebabkan kerusakan parah pada lebih dari 30 rumah dari total 34 kepala keluarga yang terdampak.
Jumlah warga yang mengungsi akibat longsor diperkirakan mencapai 300 hingga 400 orang. Para pengungsi saat ini berada di lokasi-lokasi aman sambil menunggu kondisi dinyatakan kondusif.
Hendra juga menyampaikan bahwa sembilan jenazah yang telah teridentifikasi sebelumnya telah diserahkan kepada pihak keluarga. Penyerahan jenazah selanjutnya akan dilakukan setelah melalui koordinasi dan rapat lanjutan.