finnews.id – Jika Anda memperhatikan lingkungan sekitar, hampir di setiap sudut kota—bahkan hingga pelosok desa—kita sering menemukan Alfamart dan Indomaret berdiri berdekatan, kadang hanya dipisahkan jalan sempit atau bahkan saling berhadapan.
Fenomena ini kerap memunculkan pertanyaan di benak masyarakat: apakah mereka bekerja sama, atau justru sedang bersaing ketat?
Jawabannya lebih kompleks dari sekadar kebetulan.
Fenomena Alfamart yang sering berdekatan dengan Indomaret bukan kebetulan. Ada beberapa alasan bisnis dan strategi yang kuat di baliknya:
1. Strategi “clustering” pasar
Kedua minimarket ini sengaja membuka gerai di lokasi yang sama-sama ramai (perumahan padat, dekat kos, jalan utama).
Logikanya: kalau satu merek menilai lokasi itu menguntungkan, merek lain juga pasti menganggap sama.
2. Perang rebutan konsumen impulsif
Minimarket mengandalkan pembelian spontan.
Dengan berada berdekatan:
- Konsumen tinggal pilih yang lebih dekat,
- Atau yang lagi promo,
- Atau yang antriannya lebih pendek.
- Bukan soal loyalitas, tapi kenyamanan saat itu.
3. Menjaga agar pesaing tidak menguasai wilayah
Jika Alfamart masuk duluan, Indomaret hampir pasti menyusul (atau sebaliknya).
Tujuannya:
- Mengunci wilayah,
- Mencegah pesaing menguasai pasar lokal sendirian.
4. Efisiensi distribusi
Lokasi berdekatan memudahkan:
- Rute logistik,
- Pengiriman stok,
- Pengawasan wilayah.
Bagi perusahaan ritel besar, ini menghemat biaya operasional.
5. Perilaku konsumen Indonesia
Riset menunjukkan konsumen Indonesia:
- Tidak keberatan dua minimarket berdampingan,
- Malah senang karena bisa membandingkan harga dan promo dengan cepat.
Artinya, pasar masih cukup besar untuk dibagi.
6. Aturan zonasi yang longgar
Di banyak daerah, aturan jarak minimarket:
- Tidak ketat,
- Atau longgar dalam penerapannya.
Ini memungkinkan dua gerai berdiri sangat dekat, bahkan hanya dipisahkan beberapa meter.
Alfamart dan Indomaret berdekatan karena strategi bisnis, perebutan pasar, dan perilaku konsumen, bukan kebetulan atau kerja sama tersembunyi.