finnews.id – Indonesia memiliki calon astronot pertama yang sangat terkenal, yaitu Prof. Dr. Pratiwi Pudjilestari Sudarmono, seorang ilmuwan mikrobiologi yang terpilih oleh NASA pada tahun 1985 untuk misi luar angkasa, menjadikannya astronot wanita pertama dari Asia, meskipun misinya dibatalkan karena tragedi pesawat Challenger.
Ia telah menjalani pelatihan dan hampir mengudara, tetapi misinya batal, sehingga belum ada orang Indonesia yang benar-benar terbang ke luar angkasa sebagai astronot resmi.
Profil Singkat Prof. Pratiwi Sudarmono:
- Lahir: 31 Juli 1952, Bandung, Jawa Barat.
- Profesi: Ilmuwan mikrobiologi, staf pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
- Terpilih: Menjadi spesialis muatan untuk misi STS-61-H NASA pada tahun 1985.
- Misi yang Direncanakan: Terbang bersama pesawat ulang-alik Challenger untuk membawa satelit Palapa B-3.
- Pembatalan Misi: Insiden Challenger pada Januari 1986 menyebabkan misi ini dibatalkan.
- Status: Dianggap sebagai astronot wanita pertama Asia dan inspirasi besar bagi sains Indonesia, meskipun tidak jadi terbang.
Ringkasan Kisah:
Pratiwi Sudarmono terpilih melalui seleksi ketat NASA untuk menjadi bagian dari kru penerbangan luar angkasa, membawa harapan besar bagi Indonesia untuk memiliki astronot pertama, terutama sebagai wanita Asia pertama. Meskipun ia telah berlatih keras dan hampir terbang, tragedi kecelakaan pesawat Challenger membuat misinya tidak terlaksana, namun dedikasinya tetap menjadi warisan inspiratif.
Prof. Dr. Pratiwi Pudjilestari Sudarmono merupakan salah satu ilmuwan Indonesia yang namanya tercatat dalam sejarah sains dan keantariksaan dunia. Ia dikenal sebagai ahli mikrobiologi sekaligus perempuan Indonesia pertama yang terlibat dalam program antariksa Amerika Serikat melalui National Aeronautics and Space Administration (NASA).
Latar Belakang dan Pendidikan
Pratiwi Sudarmono menempuh pendidikan tinggi di bidang mikrobiologi dan menekuni riset tentang bakteri patogen. Kepakarannya di bidang ini mengantarkannya menjadi akademisi di Universitas Indonesia (UI), tempat ia mengajar dan mengembangkan berbagai penelitian ilmiah. Melalui pendidikan dan riset yang konsisten, Pratiwi dikenal sebagai ilmuwan yang memiliki dedikasi tinggi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan kesehatan masyarakat.
Keterlibatan dalam Program NASA
Nama Prof. Pratiwi Sudarmono mulai dikenal luas ketika ia terpilih sebagai payload specialist (spesialis muatan) dalam misi pesawat ulang-alik NASA pada dekade 1980-an.