Catatan Dahlan Iskan

HWW

Bagikan
Bagikan

Ia tidak memilih hadiah naik haji. “Naik haji kan bisa dilakukan kelak ketika sudah mampu,” katanya.

Ayahnya seorang petani di desa Tulungagung selatan. Tapi semua saudaranya jadi sarjana –dua di antaranya menjadi guru besar. Hanya satu yang jadi dokter: Supriyanto sendiri –atas permintaan ibunya.

Setelah dua tahun bertugas di kampung halaman ia tahu banyak: kemiskinan, penyakit mereka apa saja dan budaya masyarakatnya. Karena itu ia tidak jadi pilih spesialis kandungan. Ia pilih bedah umum –yang paling diperlukan di daerah.

Di kemudian hari kariernya sampai pada jabatan direktur RSUD Tulungagung. Ia membuat sejarah: melahirkan HWW di sana.

HWW telah membuat nama Supriyanto dan Tulungagung menasional –bahkan mendunia. Proses mewujudkannya tidak mudah –sampai ada ceritanya di Disway edisi besok. (Dahlan Iskan)

 

Bagikan
Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Ziarah Ziarah

Waktu saya ke makam itu, istri saya ternyata sudah di kampung halamannyi...

Catatan Dahlan Iskan

Kelas Delcy

Pun rumah-rumah tangga. Semua rumah di Iran dapat aliran gas yang murah....

Catatan Dahlan Iskan

Serangan Fajar

Angkatan udara berarti sektoral. Punya egonya sendiri. “Kekuatan udara tidak hanya angkatan...

Catatan Dahlan Iskan

Bela Khamenei

  Mega tidak perlu merasa takut akan konsekuensi ucapan duka cita itu....