finnews.id – Serangan udara Israel menewaskan seorang jurnalis lepas AFP dan dua jurnalis lainnya di Gaza, Palestina, Rabu, 21 Januari 2026, lapor Badan Pertahanan Sipil wilayah tersebut.
Menurut laporan badan tersebut, tiga jurnalis yang tewas dalam serangan udara Israel di daerah Al-Zahra di barat daya Kota Gaza adalah Mohammed Salah Qashta, Abdul Raouf Shaat, dan Anas Ghneim.
Shaat telah berkontribusi secara teratur kepada AFP sebagai jurnalis foto dan video. Tetapi, pada saat serangan itu terjadi, ia tidak sedang bertugas untuk agensi tersebut.
Dalam sebuah pernyataan, AFP mengatakan pihaknya berduka atas kehilangan Shaat, yang akan dikenang sebagai “rekan kerja yang baik hati, dengan selera humor yang lembut, dan sebagai jurnalis yang sangat berdedikasi”.
“AFP menuntut penyelidikan penuh dan transparan atas kematiannya,” kata kantor berita itu.
“Terlalu banyak jurnalis lokal yang tewas di Gaza selama dua tahun terakhir sementara jurnalis asing tetap tidak dapat memasuki wilayah tersebut dengan bebas,” tambah kantor berita itu.
Militer Israel Mengaku Mengidentifikasi Beberapa Tersangka
Dalam sebuah pernyataan, militer Israel mengatakan pasukan mereka telah “mengidentifikasi beberapa tersangka yang mengoperasikan drone yang berafiliasi dengan Hamas di Jalur Gaza tengah”.
Militer tidak menjelaskan lebih lanjut apa yang dimaksud dengan “drone yang berafiliasi dengan Hamas”.
“Karena ancaman yang ditimbulkan drone terhadap pasukan, (militer Israel) secara tepat menyerang para tersangka yang mengaktifkan drone tersebut,” lanjut pernyataan itu.
Menurut seorang saksi mata, para jurnalis tersebut menggunakan drone untuk mengambil gambar distribusi bantuan oleh Komite Bantuan Mesir di Jalur Gaza ketika sebuah serangan menargetkan kendaraan yang menyertai mereka.
Kelompok bantuan Mesir tersebut mengkonfirmasi bahwa salah satu kendaraannya menjadi sasaran Israel dalam serangan yang menewaskan tiga orang.