Finnews.id – Pisang selama ini lebih populer sebagai buah meja atau bahan utama kue. Namun, tahukah Anda bahwa buah berwarna kuning ini juga bisa diolah menjadi minuman hangat yang menenangkan? Teh pisang kini mulai naik daun sebagai tren minuman sehat, terutama bagi mereka yang mencari solusi alami untuk memperbaiki kualitas tidur.
Teh pisang dibuat dengan cara merebus pisang utuh ke dalam air mendidih. Nutrisi yang larut dalam air akan berpindah ke cairan tersebut, menciptakan minuman rendah kalori yang kaya akan mineral penting. Anda bisa membuatnya dengan atau tanpa kulit, tergantung selera dan kebutuhan nutrisi Anda.
Nutrisi Penting dalam Setiap Sesapan
Meskipun kita tidak memakan buahnya secara langsung, proses perebusan melepaskan berbagai vitamin dan mineral ke dalam air. Teh pisang merupakan sumber kalium, magnesium, vitamin B6, dan tembaga yang baik.
Kandungan kalium dan magnesium dalam teh ini berperan penting sebagai relaksasi otot alami. Hal inilah yang membuat teh pisang sering direkomendasikan untuk dikonsumsi pada malam hari guna membantu tubuh lebih rileks sebelum beristirahat.
Manfaat Teh Pisang untuk Kesehatan
1. Mengatasi Insomnia dan Gangguan Tidur Teh pisang mengandung kombinasi kalium, magnesium, dan triptofan. Triptofan adalah asam amino yang memicu produksi hormon serotonin dan melatonin di dalam otak. Kedua hormon ini bertanggung jawab mengatur siklus tidur manusia, sehingga meminum teh ini dapat membantu Anda terlelap lebih cepat dan nyenyak.
2. Mengurangi Perut Kembung Kandungan kalium yang tinggi membantu menyeimbangkan kadar cairan dalam tubuh. Jika Anda mengonsumsi terlalu banyak garam, tubuh cenderung menahan air yang menyebabkan kembung. Kalium dalam teh pisang memberi sinyal pada ginjal untuk membuang kelebihan natrium melalui urine, sehingga rasa begah pada perut berkurang.
3. Menjaga Kesehatan Jantung Kalium dan magnesium adalah elektrolit yang sangat penting untuk menjaga tekanan darah tetap stabil. Mengonsumsi makanan atau minuman kaya kalium secara rutin terbukti dapat menurunkan risiko stroke dan penyakit jantung hingga 27 persen.