finnews.id – Disleksia merupakan salah satu gangguan belajar yang paling umum, namun sering kali masih disalahpahami oleh masyarakat. Banyak anak maupun orang dewasa dengan disleksia dianggap malas, kurang cerdas, atau tidak mampu belajar, padahal anggapan tersebut tidak benar. Disleksia bukanlah ukuran kecerdasan seseorang, melainkan perbedaan cara otak memproses informasi, khususnya yang berkaitan dengan bahasa dan simbol.
Apa Itu Disleksia?
Disleksia adalah gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam membaca, menulis, mengeja, dan terkadang memahami teks. Orang dengan disleksia biasanya mengalami kesulitan menghubungkan huruf dengan bunyi, membedakan huruf yang mirip, atau menyusun kata dengan urutan yang benar.
Disleksia bersifat neurologis dan umumnya sudah ada sejak lahir. Kondisi ini tidak disebabkan oleh gangguan penglihatan, pendengaran, atau kurangnya kesempatan belajar.
Ciri-Ciri Disleksia
Gejala disleksia dapat berbeda pada setiap individu, tergantung usia dan tingkat keparahannya. Beberapa ciri umum disleksia antara lain:
* Kesulitan membaca dengan lancar dan akurat
* Sering terbalik membaca atau menulis huruf (misalnya b dengan d, p dengan q)
* Sulit mengeja kata dengan benar
* Lambat dalam menyalin tulisan
* Kesulitan memahami instruksi tertulis
* Mudah lelah atau frustrasi saat membaca dan menulis
Pada anak-anak, disleksia sering terlihat saat mulai belajar membaca. Pada orang dewasa, disleksia dapat memengaruhi pekerjaan dan kepercayaan diri.
Penyebab Disleksia
Hingga kini, penyebab pasti disleksia belum diketahui secara tunggal. Namun, penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik dan perbedaan struktur serta fungsi otak berperan besar. Disleksia sering ditemukan dalam satu keluarga, sehingga diduga memiliki keterkaitan dengan faktor keturunan.
Dampak Disleksia dalam Kehidupan
Jika tidak dikenali dan ditangani dengan baik, disleksia dapat berdampak pada prestasi akademik, kesehatan mental, dan hubungan sosial seseorang. Anak dengan disleksia berisiko mengalami rendah diri, kecemasan, hingga kehilangan motivasi belajar. Pada orang dewasa, disleksia dapat memengaruhi produktivitas kerja dan pilihan karier.