Kehadiran teknologi yang menciptakan sosok Ibu dalam bentuk AI ini kemudian memunculkan dilema moral seputar peran ibu dan memengaruhi hubungan antara ayah dan anak.
Gina menekankan bahwa cara manusia memperlakukan alam memiliki kaitan erat dengan cara manusia memperlakukan sesama, terutama perempuan. Ia melihat penghormatan terhadap bumi dan perempuan saling terkait.
“Semakin kita menghargai ibu bumi, maka kita akan semakin menghargai perempuan. Sejarah menunjukkan, ketika perempuan dihargai, dunia bisa menjadi lebih baik,” ucap dia.
Ia juga menyoroti kecepatan perkembangan teknologi, termasuk AI, yang membuka banyak kemungkinan baru. Meski begitu, teknologi tetap harus dijalankan dengan landasan nilai kemanusiaan dan kesadaran akan hubungan manusia dengan alam.
“Kita boleh percaya pada kecepatan teknologi, tetapi kita juga harus ingat bahwa akar kemanusiaan kita berasal dari ibu bumi,” ujar Gina.