finnews.id – Musibah memilukan terjadi di Kabupaten Bekasi ketika seorang remaja laki-laki berusia 19 tahun ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di genangan banjir yang melanda wilayah Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Senin (19/1/2026).
Korban, yang berinisial J dan tinggal di Kampung Nanggewer, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, diketahui tengah bersama tiga rekannya mencoba berenang menyeberangi area banjir untuk kembali ke rumahnya. Genangan air di lokasi diperkirakan mencapai kedalaman hampir dua meter, menjadikan kondisi sangat berisiko bagi siapa pun yang berada di dalamnya.
Menurut keterangan warga setempat, korban sempat berenang sekitar 50 meter dari daratan dan berusaha bertahan dengan bergantung pada tiang gawang di sebuah lapangan sepak bola yang terendam air. Namun, diduga karena kelelahan, korban akhirnya tidak mampu melanjutkan usaha bertahan tersebut.
Warga lain kemudian bergegas meminta bantuan setelah kondisi korban terlihat semakin melemah. Sayangnya, upaya pertolongan yang dilakukan oleh warga dan tenaga medis setempat tidak berhasil menyelamatkan nyawanya. Kondisi korban ketika ditemukan sudah tidak bernapas, dengan wajah yang tampak pucat dan membiru.
Taryana mengaku sempat memberikan pertolongan pertama berupa resusitasi jantung paru (RJP) dengan kompresi dada selama 10 menit. Namun upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Ambulans yang datang ke lokasi kemudian memastikan bahwa korban telah meninggal dunia.
Pihak keluarga korban meminta agar jenazah segera dipulangkan ke rumah duka. Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diketahui dapat berenang. Namun, diduga saat kejadian ia dalam kondisi kurang sehat. “Kemungkinan besar karena korban kurang sehat sehingga korban tenggelam,” ujarnya.
Penyebab
- Kepala Desa Labansari, Amak Gozali, menyampaikan bahwa korban sebenarnya biasa berenang di banjir saat air meluap. Namun, pada peristiwa kali ini kemungkinan besar korban terlalu lama berada di air, sehingga penyakit yang dideritanya kambuh dan menyebabkan ia mengalami kejang sebelum akhirnya tenggelam.
Banjir yang menimpa wilayah Bekasi dilaporkan merupakan akibat dari luapan Sungai Ciebet dan Sungai Citarum yang saling terhubung di kawasan tersebut. Genangan air tidak hanya menyebabkan korban jiwa, tetapi juga berdampak pada aktivitas warga dan kondisi kehidupan sehari-hari.