finnews.id – Amerika Serikat (AS) dituduh secara diam-diam berupaya mengumpulkan informasi sensitif tentang instalasi militer di Greenland, tanpa melalui prosedur resmi dengan Denmark — negara yang memiliki kedaulatan atas wilayah otonom tersebut. Tuduhan ini memicu keprihatinan serius dari Kementerian Pertahanan Denmark serta semakin menghangatkan ketegangan geopolitik di kawasan Arktik.
Upaya Informal Mengumpulkan Data Militer
Laporan dari harian Denmark Berlingske mengungkapkan bahwa pada tahun 2025, perwira militer AS dua kali secara informal meminta informasi dari otoritas militer Denmark tentang:
- Instalasi militer yang ada di Greenland
- Pelabuhan strategis
- Pangkalan udara yang beroperasi di wilayah tersebut
Permintaan ini dilakukan tanpa keterlibatan resmi Kementerian Luar Negeri Denmark maupun proses diplomatik standar, sehingga dianggap melampaui protokol antar‐sekutu.
Dokumen yang dilihat Berlingske menunjukkan bahwa langkah tersebut membuat Kementerian Pertahanan Denmark sangat khawatir, karena Greenland memiliki posisi strategis yang tinggi dalam arsitektur keamanan Arktik, terutama dengan meningkatnya persaingan antara kekuatan besar seperti Rusia dan China di kawasan tersebut.
Respons Denmark dan Kekhawatiran Geopolitik
Greenland adalah wilayah semi-otonom di bawah Kerajaan Denmark, sehingga hubungan keamanan formal biasanya diatur melalui jalur diplomatik resmi antara Washington dan Kopenhagen. Usaha AS yang dilakukan secara tidak biasa ini dianggap sebagai pelanggaran prinsip kerja sama antar-negara sahabat yang selama ini berjalan lewat NATO dan perjanjian bilateral.
Pihak Denmark sendiri telah menolak segala wacana penjualan atau pengambilalihan wilayah Greenland oleh AS, menegaskan komitmen mereka atas kedaulatan wilayah tersebut.
Konteks Geopolitik Arktik
Greenland memiliki arti strategis besar karena letaknya dekat dengan rute arktik, jalur pelayaran yang semakin terbuka akibat perubahan iklim, serta deposit mineral penting yang menarik perhatian global. Di dalamnya juga terdapat beberapa fasilitas militer penting, termasuk Pituffik Space Base (yang menjadi pusat operasi peringatan dini rudal balistik dan dukungan pesawat militer AS sejak Perang Dingin) dan radar pertahanan yang kritis bagi keamanan Atlantik Utara.