finnews.id – Kabar kurang menyenangkan bagi Anda yang berencana bepergian lewat jalur Pantura. Meski banjir di wilayah Pekalongan mulai menyusut, PT KAI Daop 4 Semarang secara resmi kembali membatalkan 23 perjalanan kereta api pada Senin (19/1/2026) pagi demi keamanan nyawa penumpang.
Hingga saat ini, jalur rel antara Stasiun Pekalongan dan Stasiun Sragi masih dalam kondisi kritis. Meski air mulai turun ke bawah kepala rel, risiko bagi perjalanan kereta api tetap dianggap tinggi.
1. Daftar Kereta Api yang BATAL Berangkat (Update 19 Januari)
Jangan sampai terlantar di stasiun! Berikut adalah daftar kereta api populer yang perjalanannya masih dibatalkan (baik keberangkatan maupun kedatangan):
- Kelas Eksekutif: KA Argo Bromo Anggrek, KA Argo Muria, KA Argo Merbabu, KA Sembrani.
- Kelas Ekonomi & Campuran: KA Menoreh, KA Ciremai, KA Tawangjaya, KA Tegal Bahari.
- Kereta Aglomerasi: KA Kamandaka, KA Kaligung, KA Ambarawa Ekspres.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Walau air mulai surut, kami belum bisa melepas operasional secara normal,” tegas Luqman Arif, Manajer Humas PT KAI Daop 4 Semarang.
2. Jalur Mulai Dibuka, Tapi Kereta Jalan ‘Merayap’
Bagi beberapa rangkaian kereta yang mulai diizinkan melintas, jangan kaget jika perjalanan terasa sangat lambat. Jalur Pekalongan–Sragi kini hanya bisa dilewati dengan kecepatan maksimal 10 kilometer per jam.
Kondisi prasarana rel yang baru saja terendam air masih perlu dipantau ketat untuk menghindari anjlokan atau kerusakan teknis lainnya.
3. Kabar Baik: Refund Tiket 100% Tanpa Potongan!
Bagi Anda yang terdampak pembatalan ini, PT KAI menjamin hak penumpang sepenuhnya. Seluruh tiket yang batal berangkat bisa di-refund atau dikembalikan dananya 100 persen tunai.
- Proses: Bisa dilakukan di loket stasiun yang ditunjuk.
- Biaya: Tanpa potongan biaya admin sepeser pun.
- Permohonan Maaf: PT KAI memohon maaf atas ketidaknyamanan perjalanan akibat bencana alam ini.
Sejak Minggu (18/1), curah hujan ekstrem membuat jalur utama Pantura Jawa Tengah terputus total. Wilayah Pekalongan menjadi titik terparah yang memutus nadi transportasi kereta api trans-Jawa. Hingga berita ini diturunkan, tim teknis KAI terus berjibaku di lapangan untuk mempercepat normalisasi rel agar jadwal perjalanan bisa kembali pulih secepatnya.