finnews.id – Alvaro Arbeloa memulai kiprahnya sebagai pelatih kepala Real Madrid dengan hasil yang mengejutkan setelah timnya tersingkir dari Copa del Rey oleh Albacete, tim yang berlaga di Segunda Division. Kekalahan ini menimbulkan kegelisahan bagi penggemar dan media, karena datang hanya beberapa hari setelah Madrid menelan kekalahan dari Barcelona di Piala Super Spanyol, sekaligus menyoroti keputusan Arbeloa dalam debutnya.
Rotasi Pemain dan Strategi Arbeloa
Dalam pertandingan tersebut, Arbeloa mengambil keputusan berani dengan menurunkan sejumlah pemain inti seperti Kylian Mbappe, Rodrygo, Thibaut Courtois, dan Jude Bellingham. Sebagai gantinya, pemain akademi Jorge Cestero dan David Jimenez diberi kesempatan tampil. Arbeloa menyatakan bahwa keputusan ini dibuat untuk menghadirkan tim yang tetap kompetitif meski tanpa beberapa bintang, dan ia bersedia menanggung tanggung jawab penuh atas hasil yang terjadi.
Ia menegaskan, “Jika ada yang harus disalahkan, itu jelas saya. Semua keputusan soal susunan pemain, strategi permainan, dan pergantian ada di tangan saya.” Pernyataan ini menekankan kesadaran Arbeloa akan risiko dari rotasi pemain yang dilakukannya.
Kronologi Kekalahan
Albacete membuka skor pada menit ke-42 melalui sundulan Javi Villar dari tendangan pojok Jose Lazo, yang mengalahkan kiper Andriy Lunin. Real Madrid sempat menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai melalui gol Franco Mastantuono, memanfaatkan kesalahan kiper Raul Lizoain.
Babak kedua menjadi momen penting bagi Albacete. Substitusi dari pelatih Alberto Gonzalez terbukti menentukan jalannya pertandingan. Jefte Betancor mencetak dua gol, diapit oleh satu gol Gonzalo Garcia, memastikan kemenangan bersejarah tim Segunda Division atas Madrid. Hasil ini sekaligus menandai kemenangan pertama Albacete melawan Real Madrid di kompetisi resmi.
Reaksi dan Dampak Kekalahan
Kekalahan ini memicu pertanyaan serius terkait pengangkatan Arbeloa sebagai pelatih kepala, mengingat minimnya pengalaman kepelatihan di level senior. Banyak penggemar dan pengamat menilai debut Arbeloa sebagai “mimpi buruk” karena datang melawan tim yang secara teknis berada di level lebih rendah.
Rotasi pemain yang diterapkan Arbeloa juga menimbulkan perdebatan mengenai risiko menurunkan pemain muda di laga kompetitif. Keputusan ini menjadi pelajaran bagi manajemen klub dalam menyeimbangkan kesempatan bagi pelatih baru dengan kebutuhan untuk meraih hasil instan.
- Albacete
- analisis taktik Arbeloa
- Arbeloa
- copa del rey
- dampak kekalahan Madrid
- debut Arbeloa di Madrid
- hasil pertandingan Madrid vs Albacete
- kekalahan mengejutkan Madrid
- pemain muda Madrid tampil Copa del Rey
- performa Arbeloa debut
- reaksi fans Madrid kekalahan
- Real Madrid
- rotasi pemain Real Madrid
- sejarah Albacete kalahkan Madrid
- strategi Arbeloa rotasi pemain