Meski demikian, penutupan hampir 550 ribu akun hanya dalam satu bulan setelah kebijakan berlaku menunjukkan bahwa larangan tersebut berdampak signifikan terhadap operasi Meta di Australia.
Langkah ini berdampak besar bagi komunitas muda di Australia. Sejumlah influencer dan pembuat konten remaja melaporkan kehilangan audiens dan keterlibatan setelah akun mereka ditutup.
Pemerintah Australia mempertahankan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk melindungi kesejahteraan mental dan keselamatan anak-anak, mengurangi paparan konten dewasa atau berbahaya, serta membatasi ketergantungan terhadap serangkaian algoritma sosial media yang intensif.
Para pengamat global kini mengamati apakah kebijakan Australia akan menginspirasi negara lain untuk menerapkan pendekatan serupa terhadap keterlibatan anak di platform digital.