Meta belum mengumumkan headset VR baru sejak peluncuran Quest 3S pada 2024, dan bulan lalu juga menunda pengembangan headset berbasis Horizon OS bersama Asus dan Lenovo.
Meski demikian, Meta tidak akan sepenuhnya meninggalkan industri gim.
“Perubahan ini tidak berarti kami menjauh dari video gim. Kami mengalihkan investasi untuk fokus pada pengembang dan mitra pihak ketiga demi keberlanjutan jangka panjang,” kata Direktur Oculus Studios Tamara Sciamanna dalam memo internal.
Selain menutup tiga studio VR, Meta mulai memberhentikan lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs, unit yang selama ini menangani pengembangan produk metaverse dan VR.
Dalam memo internal kepada karyawan, Chief Technology Officer Meta Andrew Bosworth menyatakan perusahaan akan memfokuskan kembali usaha pengembangan ke perangkat wearable, seperti kacamata pintar berbasis AI Ray-Ban.
Reality Labs tercatat telah merugi lebih dari 70 miliar dolar AS sejak 2021. Meski Meta dinilai berhasil menghadirkan sejumlah produk VR dan kacamata pintar yang diterima pasar, unit tersebut belum mampu menghasilkan keuntungan yang sepadan dengan biaya investasinya.
“Dengan basis pengguna yang lebih besar dan tingkat pertumbuhan tercepat saat ini, kami mengalihkan tim dan sumber daya hampir sepenuhnya ke mobile untuk mempercepat adopsi di sana,” tulis Andrew dalam memo tersebut.
Andrew juga menyatakan Meta tidak sepenuhnya menghentikan pengembangan headset VR. Divisi tersebut akan beroperasi sebagai organisasi yang lebih ramping, dengan peta jalan yang lebih terfokus demi menjaga keberlanjutan jangka panjang.