Home News Banjir dan Longsor di Kabupaten Jepara, Sungai Jebol Penduduk Terpaksa Mengungsi
News

Banjir dan Longsor di Kabupaten Jepara, Sungai Jebol Penduduk Terpaksa Mengungsi

Banjir longsor jepara

Bagikan
Bagikan

Penyebab Banjir dan Longsor

Banjir dan longsor di Jepara dipengaruhi oleh faktor alam dan aktivitas manusia. Curah hujan yang tinggi dalam durasi lama menjadi pemicu utama. Saat intensitas hujan meningkat, daya tampung sungai dan tanah menjadi terbatas sehingga air meluap dan tanah kehilangan kestabilannya.

Di sisi lain, alih fungsi lahan turut memperparah kondisi. Pembukaan lahan di kawasan perbukitan tanpa perencanaan konservasi yang baik menyebabkan berkurangnya daya serap air. Penebangan pohon dan minimnya reboisasi membuat tanah menjadi gundul dan mudah longsor. Di wilayah perkotaan dan pemukiman, penyempitan sungai serta saluran drainase yang tersumbat sampah memperbesar risiko banjir.

Dampak bagi Masyarakat

Dampak banjir dan longsor dirasakan langsung oleh masyarakat Jepara. Banjir menggenangi rumah warga, lahan pertanian, fasilitas umum, hingga jalan utama yang menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi. Sektor pertanian sering mengalami kerugian akibat gagal panen, sementara pelaku usaha kecil harus menghentikan kegiatan mereka sementara waktu.

Tanah longsor memiliki dampak yang lebih berbahaya karena dapat terjadi secara tiba-tiba. Longsor berpotensi menimbun rumah, menutup akses jalan antar desa, serta mengisolasi wilayah tertentu. Dalam beberapa kasus, longsor juga menyebabkan korban luka bahkan kehilangan nyawa, sehingga menjadi ancaman serius bagi keselamatan warga.

Upaya Penanggulangan dan Pencegahan

Pemerintah daerah bersama instansi terkait telah melakukan berbagai upaya untuk menanggulangi banjir dan longsor. Normalisasi sungai, pembangunan talud, serta perbaikan sistem drainase menjadi langkah yang terus dilakukan, terutama di wilayah rawan banjir. Di daerah perbukitan, pembangunan bronjong dan penahan tanah dilakukan untuk mengurangi risiko longsor.

Selain upaya fisik, mitigasi bencana juga menjadi hal penting. Sosialisasi kepada masyarakat mengenai tanda-tanda awal longsor, jalur evakuasi, serta kesiapsiagaan saat musim hujan perlu terus ditingkatkan. Peran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sangat krusial dalam memberikan edukasi dan respons cepat saat bencana terjadi.

Bagikan
Artikel Terkait
Pemerintah Beri Diskon Transportasi, Seskab Teddy: Terjangkau Selama Natal & Tahun Baru
News

Polemik MBG Makin Memanas! Seskab Teddy: Anggaran MBG disetujui DPR, ketuanya PDIP

PDIP: MBG Ambil Rp223,5 Triliun dari Pos Pendidikan Di sisi lain, PDIP...

News

Korps Marinir Siapkan Gemblengan Khusus ASN Komcad 2026, Cek Lokasi dan Materinya!

Berikut 5 Lokasi Pendidikan TNI yang Disiapkan: Pasmar 1 (Korps Marinir) Kodam...

News

Bareskrim Polri Tangkap DPO Kasus Narkoba Erwin alias Koko Erwin

Penyerahan sabu yang dikemas dalam lima kantong plastik itu disebut merupakan tindak...

News

PDIP Bongkar Data APBN 2026: Rp223,5 Triliun Anggaran Pendidikan Lari ke Program MBG

finnews.id – Polemik mengenai asal-usul dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) akhirnya...