finnews.id – Kabupaten Jepara dikenal luas sebagai daerah pesisir yang kaya akan potensi kelautan, pariwisata, dan industri mebel ukir. Namun di balik potensi tersebut, Jepara juga menghadapi persoalan lingkungan yang kerap berulang setiap musim hujan, yakni banjir dan tanah longsor. Bencana ini tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga menimbulkan kerugian material serta mengancam keselamatan jiwa.
Puluhan warga mengungsi karena terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. BPBD Jawa Tengah telah koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk membantu penguatan sungai yang jebol di Jepara.
“Untuk Jepara ada pengungsian 14 KK atau kurang lebih sekitar 60 jiwa,” kata Kepala BPBD Jateng, Bergas C Penanggungan, Senin (12/1).
Dia telah mengupayakan bantuan bronjong dan sandbag untuk penguatan sungai yang jebol di Jepara. “Dari BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) sudah ada 100 bronjong yang disiapkan,” ungkapnya.
Kondisi Geografis yang Rentan
Secara geografis, Kabupaten Jepara memiliki wilayah yang cukup beragam. Bagian utara dan barat didominasi kawasan perbukitan dan pegunungan, seperti di wilayah Kecamatan Keling, Donorojo, dan Bangsri. Sementara itu, wilayah tengah hingga selatan merupakan dataran rendah yang dilalui sejumlah sungai besar dan kecil yang bermuara ke Laut Jawa.
Kondisi ini menjadikan Jepara rawan terhadap dua jenis bencana sekaligus. Di daerah perbukitan, curah hujan tinggi dapat memicu tanah longsor, terutama pada lahan dengan kemiringan curam dan vegetasi yang minim. Sedangkan di wilayah dataran rendah dan pesisir, banjir sering terjadi akibat meluapnya sungai, buruknya sistem drainase, serta pasang air laut.
Penanganan Darurat Jepara
Selain penguatan sungai dengan bronjong dan sandbag, kata Bergas, fokus utama penanganan darurat di Jepara diprioritaskan pada jalur menuju Desa Tempur dan Desa Damarwulan yang sempat terputus akibat longsor.
“Penanganan yang sifatnya darurat, khususnya desa yang terisolasi. Kita lakukan upaya pembuatan jalan menggunakan alat berat,” pungkasnya.