Sementara itu, sekitar 1 juta ton sisanya direncanakan diserap pada semester kedua, sehingga keseimbangan antara kebutuhan domestik dan rencana ekspor tetap terjaga. Sesuai arahan Menteri Pertanian, Bulog menyiapkan alokasi ekspor sekitar 1 juta ton, dengan mayoritas produksi tetap difokuskan untuk konsumsi nasional.
Hingga awal Januari 2026, Bulog tercatat mengelola 3,25 juta ton stok cadangan beras pemerintah, yang merupakan peralihan dari sisa stok tahun 2025. Stok tersebut menjadi fondasi kuat bagi Indonesia untuk melangkah dari swasembada menuju pemain ekspor pangan regional.