Finnews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk hari Jumat, 9 Januari 2026. Masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat dan angin kencang di sejumlah wilayah Indonesia, terutama saat memasuki waktu siang hingga malam hari.
Memasuki puncak musim penghujan di awal tahun, kondisi atmosfer menunjukkan adanya aktivitas awan konvektif yang cukup masif. Hal ini memicu terjadinya cuaca ekstrem di beberapa titik strategis, termasuk wilayah perkotaan padat penduduk.
Kondisi Cuaca Wilayah Jabodetabek
Untuk wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, BMKG memprediksi cuaca berawan akan menyelimuti langit pada pagi hari. Namun, situasi berubah menjelang siang, di mana hujan ringan mulai membasahi wilayah Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.
Penyidik cuaca memperkirakan potensi hujan petir akan terjadi secara singkat pada sore hari. Bagi warga yang berencana melakukan mobilitas sepulang kerja, BMKG mengimbau untuk selalu membawa perlengkapan pelindung hujan dan mewaspadai genangan air di titik-titik rawan banjir. Suhu udara di wilayah Jabodetabek diprediksi berkisar antara 24 hingga 31 derajat Celsius dengan tingkat kelembapan mencapai 95 persen.
Peringatan Dini Wilayah Sumatra dan Jawa
Pulau Sumatra, khususnya wilayah utara dan tengah, masih berada dalam zona merah potensi hujan lebat. Dampak bencana yang sebelumnya terjadi di Aceh dan Sumatera Utara membuat otoritas setempat memperketat pengawasan terhadap area perbukitan yang rawan longsor.
Di Pulau Jawa, selain Jabodetabek, wilayah Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur juga diprediksi akan mengalami hujan secara merata. Angin kencang diperkirakan bertiup dari arah barat daya dengan kecepatan mencapai 20 hingga 30 kilometer per jam, yang dapat memicu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa.
Wilayah Indonesia Timur dan Imbauan Keselamatan
Sementara itu, untuk wilayah Indonesia Timur seperti Sulawesi, Maluku, dan Papua, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan terjadi sepanjang hari. Khusus untuk wilayah pesisir, nelayan diminta tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak yang sering terjadi di awal tahun.