Finnews.id – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kembali menunjukkan ketegasannya dalam memberantas peredaran barang ilegal. Dalam operasi terbaru di sebuah pergudangan di Pekanbaru, Riau, petugas berhasil menyita 160 juta batang rokok ilegal pada Selasa 6 Penindakan ini menjadi salah satu tangkapan terbesar yang mencakup hampir 11 persen dari total sitaan nasional sejak tahun 2025.
Potensi Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar Direktur Jenderal Bea Cukai, Djaka Budi Utama, mengungkapkan bahwa nilai barang bukti dalam penggerebekan di Pekanbaru tersebut mencapai Rp399,2 miliar. Berdasarkan hitungan sementara, potensi kerugian negara dari sektor cukai yang berhasil diselamatkan mencapai Rp213,76 miliar.
“Jumlah sitaan yang masif ini merupakan peringatan keras bahwa peredaran rokok ilegal masih sangat marak. Kami tidak akan tinggal diam dan terus meningkatkan penindakan secara konsisten,” tegas Djaka dalam konferensi pers di Pekanbaru, Rabu 7 Januari 2026.
Riau Sebagai Jalur Strategis Penyelundupan
Lokasi geografis Riau yang berada di pesisir Timur Pulau Sumatera dan berbatasan langsung dengan Selat Malaka menjadikannya titik rawan penyelundupan. Petugas mengindikasikan bahwa rokok-rokok tersebut berasal dari sumber lokal maupun impor yang masuk melalui jalur laut.
Gudang di Pekanbaru diduga berfungsi sebagai lokasi penimbunan sementara sebelum pelaku mendistribusikannya ke berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara hingga Pulau Jawa. Bea Cukai sebelumnya juga pernah melakukan penegahan serupa di jalur lalu lintas Lampung dan Pelabuhan Merak yang merupakan nadi penghubung Jawa-Sumatera.
Catatan Nasional: 20 Ribu Penindakan Sejak 2025
Secara nasional, Bea Cukai telah melakukan 20.102 kali penindakan sejak awal tahun 2025 dengan total barang bukti mencapai 1,4 miliar batang rokok. Nilai total barang bukti yang berhasil diamankan dari berbagai kasus sepanjang tahun lalu menyentuh angka Rp9,8 triliun. Angka ini mencatatkan kenaikan sebesar 2,1 persen atau sekitar Rp210 miliar dibandingkan dengan capaian pada tahun 2024.