Home Internasional OPERASI ABSOLUTE RESOLVE: Terbongkar Alasan AS Serang Venezuela & Ambil Alih Ladang Minyak Terbesar Dunia
Internasional

OPERASI ABSOLUTE RESOLVE: Terbongkar Alasan AS Serang Venezuela & Ambil Alih Ladang Minyak Terbesar Dunia

Bagikan
OPERASI ABSOLUTE RESOLVE Terbongkar Alasan AS Serang Venezuela & Ambil Alih Ladang Minyak Terbesar Dunia--thesun
OPERASI ABSOLUTE RESOLVE Terbongkar Alasan AS Serang Venezuela & Ambil Alih Ladang Minyak Terbesar Dunia--thesun
Bagikan

Sebelum penangkapan terjadi, AS telah memberlakukan “blokade laut total” terhadap kapal tanker minyak Venezuela, yang merupakan tulang punggung ekonomi negara tersebut.

Pernyataan Trump setelah penangkapan semakin memperkuat dugaan ini. Dalam wawancaranya dengan Fox News, Trump secara terang-terangan menyebut AS akan “sangat terlibat” dalam industri minyak Venezuela.

  • Investasi Perusahaan AS: Trump berencana mengerahkan perusahaan minyak Amerika ke ladang-ladang minyak Venezuela.
  • Penjualan Global: Trump menyatakan niatnya untuk menjual minyak Venezuela ke negara-negara seperti Tiongkok, Rusia, dan Iran guna memperbaiki infrastruktur yang selama ini dianggap hancur oleh manajemen Maduro.

Benarkah Venezuela Pemasok Utama Fentanyl?

Meskipun Trump mengklasifikasikan fentanyl sebagai “senjata pemusnah massal” dan menghubungkannya dengan Venezuela.

Namun, data dari para pakar kontra-narkotika berkata lain. Laporan DEA tahun 2025 menunjukkan:

  1. Jalur Utama: Hampir 75% kokain ke AS dikirim melalui jalur Pasifik. Bukan Karibia yang didominasi jalur laut Venezuela.
  2. Produksi Fentanyl: Sebagian besar fentanyl diproduksi di Meksiko dan masuk ke AS melalui jalur darat. Bukan dari Venezuela.
  3. Fungsi Transit: Venezuela lebih berperan sebagai wilayah transit kecil daripada pusat produksi global.

Langkah militer AS tidak lepas dari pengawasan hukum internasional. Mantan kepala jaksa Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menyebut kampanye militer ini sebagai serangan terencana yang sistematis terhadap warga sipil di masa damai.

Banyak ahli hukum internasional menolak klaim AS bahwa ini adalah “konflik bersenjata non-internasional” yang sah.

Serangan darat pertama yang dimulai pada 24 Desember 2024 lalu di area dermaga dianggap banyak pihak sebagai bentuk “Hukum Rimba” dalam tatanan global baru.

Kini, dengan ditahannya Maduro, dunia menunggu apakah transisi yang dijanjikan Trump benar-benar akan membawa demokrasi, atau justru menjadi babak baru kolonialisme sumber daya alam.

Bagikan
Artikel Terkait
Operasi Militer AS di Atlantik dan Karibia: Sita 2 Tanker Minyak Venezuela
Internasional

Operasi Militer AS di Atlantik dan Karibia: Sita 2 Tanker Minyak Venezuela

Finnews.id – Militer Amerika Serikat (AS) menyita dua kapal tanker minyak yang...

WNI Terdampak Badai Salju Eropa
Internasional

Badai Salju Terjang Eropa: Kemlu Pastikan Belum Ada Laporan WNI Menjadi Korban

Kemlu juga menyediakan saluran komunikasi darurat bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau...

Internasional

Greenland Hadapi Tekanan Geopolitik Usai AS Bahas Opsi Akuisisi

Situasi Terkini Hingga saat ini, tidak ada perubahan status politik Greenland. Pemerintah...

Internasional

AS Buka Opsi Pembelian Greenland, Gedung Putih Akui Pembahasan Masih Berjalan

finnews.id – Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan...