Home Hukum & Kriminal Wali Kota Semarang Terkait Kasus Chromebook, Bertemu Nadiem di Hotel dan Titip 3 Pengusaha
Hukum & Kriminal

Wali Kota Semarang Terkait Kasus Chromebook, Bertemu Nadiem di Hotel dan Titip 3 Pengusaha

Korupsi nadiem makariem

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Mantan Mendikbudristek Nadiem Makarim didakwa merugikan negara sebesar Rp2,1 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) pada program digitalisasi pendidikan 2019–2022.

Namun, Wali Kota Semarang diduga juga terlibat.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti menitipkan tiga nama pengusaha dalam perkara korupsi pengadaan Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) di Kemendikbudristek.

Hal itu diungkapkan Jaksa penuntut umum (JPU) saat pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (5/1/2026).

“Bahwa kebutuhan laptop Chromebook pada tahun 2021 sebanyak 431.730 unit dengan rincian sebanyak 189.165 unit sumber anggarannya dari DIPA dan 242.565 unit sumber anggarannya dari DAK Tahun 2021 tanpa dikaji pembentukan harga satu unit laptop chromebook,” kata jaksa saat membacakan surat dakwaan.

Saat itu, Agustina Wilujeng yang masih merupakan Anggota Komisi X DPR RI kemudian menemui Nadiem Makarim. Pertemuan itu dilakukan sebelum dan sesudah proses anggaran DIPA yaitu sekitar Agustus 2020-April 2021 yang digelar di Hotel Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

“Agustina Wilujeng Pramestuti yang saat itu sebagai anggota Komisi X DPR RI yang merupakan mitra kerja Kemendikbudristek bertemu terdakwa Nadiem Anwar Makarim dan Hamid Muhammad yang membahas terkait dengan pengadaan TIK tahun 2021,” ujar Jaksa penuntut umum.

Dikatakan JPU, Agustina mempertanyakan apakah sejumlah temannya bisa bekerja dalam pengadaan tersebut. Nadiem, kata JPU, menyebut hal teknis itu bisa dibicarafan kepada Hamid Muhammad.

“Agustina Wilujeng Pramestuti menanyakan ‘apakah teman-teman saya bisa bekerja?’. Lalu terdakwa Nadiem Makarim menjawab ‘Untuk hal teknis agar dibicarakan kepada Hamid Muhammad’,” ungkap jaksa.

Atas arahan itu, Hamid kemudian langsung meminta Agustina untuk menemui Jumeri yang merupakan seorang Dirjen. Kepada Jumeri, Agustina lantas mengirimkan pesan WhatsApp menyatut nama Nadiem.

“Kemudian Agustina Wilujeng Pramestuti mengirimkan pesan melalui WhatsApp kepada Jumeri ‘Saya bertemu dengan mas menteri atau Nadiem Anwar Makarim dan Pak Hammid Senin dan Selasa malam lalu, direkomendasi untuk bertemu Pak Dirjen tentang hal yang saya sampaikan,” ucap Jaksa.

Bagikan
Artikel Terkait
Hukum & Kriminal

Kronologi Spesialis Jambret Bali ‘Apes’ setelah Curas Turis asal Uzbekistan

finnews.id – Sempat menjadi buronan polisi, dua spesialis jambret di Bali ini...

Hukum & Kriminal

Jampidum: Jaksa Harus Jadi Navigator Utama Transformasi Hukum Pidana Nasional

finnews.id – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Prof. Dr. Asep...

Hukum & Kriminal

Aneh tapi Nyata, Kronologi Atasan di RSUD Majalaya Bunuh Petugas Kebersihan

finnews.id – Kejadian pembunuhan kali ini, terjadi di Majalaya. Dan melihat alasan...

Hukum & Kriminal

Polda Metro Jaya Panggil Dokter Richard Lee Sebagai Tersangka Perlindungan Konsumen

Finnews.id – Penyidik Polda Metro Jaya menjadwalkan pemanggilan terhadap dokter Richard Lee...