finnews.id – Gelombang pemecatan pelatih di Liga Inggris belum mereda. Setelah Chelsea lebih dulu mengganti nahkoda, kini giliran Manchester United yang mengambil langkah drastis. Klub raksasa Premier League itu resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih kepala Ruben Amorim, Senin (5/1/2026).
Melalui pernyataan resmi di laman klub, Manchester United menyampaikan apresiasi atas kontribusi Amorim selama lebih dari satu tahun menangani Setan Merah, sekaligus mendoakan kesuksesan sang pelatih di masa depan.
“Manchester United mengucapkan terima kasih kepada Ruben Amorim atas dedikasi dan kerja kerasnya, serta mendoakan yang terbaik untuk kariernya ke depan,” tulis klub.
Darren Fletcher Ditunjuk sebagai Pelatih Interim
Manajemen MU bergerak cepat mengisi kekosongan kursi pelatih. Darren Fletcher ditunjuk sebagai pelatih sementara dan akan memimpin tim saat menghadapi Burnley pada pekan ke-21 Liga Inggris, Rabu waktu setempat.
Keputusan ini diambil di tengah ketatnya persaingan papan atas, di mana MU masih menjaga peluang menembus empat besar klasemen.
Rekam Jejak Amorim di Old Trafford
Ruben Amorim bergabung dengan Manchester United pada 11 November 2024, menggantikan Erik ten Hag. Harapan besar sempat mengiringi kedatangannya, terlebih setelah sukses menorehkan prestasi di Portugal bersama Sporting CP.
Pada sisa musim 2024/2025, Amorim mampu membawa MU melaju hingga final Liga Europa, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Tottenham Hotspur di laga puncak.
Namun, performa di Liga Inggris kala itu jauh dari ekspektasi. MU hanya finis di peringkat ke-15 klasemen akhir dengan raihan 42 poin dari 38 pertandingan—hasil yang menjadi salah satu catatan terburuk klub dalam satu dekade terakhir.
Musim Ini Lebih Baik, Tapi Tak Cukup
Memasuki musim 2025/2026, performa Manchester United sebenarnya menunjukkan perbaikan. Hingga pekan ke-20, Setan Merah bertengger di posisi keenam klasemen sementara dengan 31 poin, hanya terpaut tiga angka dari zona Liga Champions.
Meski demikian, manajemen tampaknya menilai progres tersebut belum cukup konsisten untuk mempertahankan Amorim lebih lama.
Secara keseluruhan, pelatih berusia 40 tahun itu telah memimpin MU dalam 63 pertandingan dengan rata-rata 1,43 poin per laga.
Sebelum merapat ke Old Trafford, Amorim dikenal sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan di Eropa setelah menangani Braga dan Sporting CP. Kepergiannya dari MU kini memunculkan spekulasi besar soal masa depannya, sekaligus arah kebijakan Manchester United ke depan.
Dengan kursi pelatih kembali kosong, publik kini menanti: siapa sosok berikutnya yang akan dipercaya membangkitkan kejayaan Setan Merah?