Babak Kedua: Perubahan Tempo dan Kontroversi VAR
Memasuki babak kedua, Liverpool meningkatkan intensitas permainan. Pergerakan tanpa bola menjadi lebih agresif, sementara sirkulasi bola berlangsung lebih cepat. Tekanan ini hampir membuahkan hasil ketika sundulan Alexis Mac Allister dari situasi sepak pojok membentur mistar gawang.
Gol penyeimbang akhirnya tercipta pada menit ke-57 melalui Florian Wirtz. Aksi Conor Bradley yang melakukan penetrasi dari sisi kanan membuka ruang, sebelum Wirtz menuntaskan peluang dengan sepakan kaki kiri. Seperti gol Fulham di babak pertama, momen ini kembali melibatkan VAR. Bendera offside sempat terangkat, namun tinjauan teknologi memastikan Wirtz berada dalam posisi onside.
Dalam kajian ilmiah tentang pengambilan keputusan wasit, penggunaan VAR bertujuan mengurangi kesalahan akibat keterbatasan sudut pandang dan kecepatan peristiwa di lapangan. Penelitian dalam bidang persepsi visual menunjukkan bahwa keputusan manusia dalam situasi cepat memiliki tingkat kesalahan yang signifikan, sehingga bantuan teknologi menjadi relevan untuk menjaga akurasi kompetisi.
Menit-Menit Terakhir: Dari Euforia ke Kejutan
Pertandingan semakin terbuka menjelang akhir laga. Fulham hampir kembali unggul ketika Harry Wilson melepaskan tembakan yang membentur mistar gawang pada menit ke-77. Liverpool merespons dengan memasukkan tenaga segar, termasuk Jeremie Frimpong, yang kemudian berperan penting dalam gol Cody Gakpo pada menit ke-94. Umpan silang Frimpong berhasil dimanfaatkan Gakpo untuk membawa Liverpool unggul, memicu euforia di tribun pendukung tim tamu.
Namun, sepak bola kerap menghadirkan narasi yang tak terduga. Hanya tiga menit berselang, Harrison Reed menerima bola di luar kotak penalti dan melepaskan tembakan keras dari jarak sekitar 30 yard. Bola meluncur ke sudut atas gawang tanpa mampu dijangkau Alisson. Gol ini bukan sekadar penyama kedudukan, tetapi juga contoh sempurna dari koordinasi biomekanik dalam sepak bola, di mana kekuatan otot inti, sudut ayunan kaki, dan keseimbangan tubuh berpadu menghasilkan tembakan presisi tinggi.