Asyik menyerang, gawang Mile Svilar justru bobol di menit ke-12. Lewat skema sepak pojok, Scalvini muncul sebagai pemecah kebuntuan. Wasit sempat meninjau Video Assistant Referee (VAR) untuk melihat adanya potensi pelanggaran terhadap kiper, namun akhirnya gol tetap disahkan. Skor 1-0 untuk tuan rumah.
Drama kembali terjadi pada menit ke-28 saat Gianluca Scamacca mencetak gol sundulan indah. Stadion sempat bergemuruh sebelum akhirnya sunyi setelah VAR menganulir gol tersebut karena sang striker sudah berdiri dalam posisi offside sebelum menerima umpan silang.
Upaya Sia-sia Evan Ferguson di Babak Kedua
Memasuki interval kedua, Roma langsung tancap gas. Pelatih mencoba mengubah strategi untuk menembus tembok beton Atalanta. Peluang emas kembali didapatkan Evan Ferguson pada menit ke-50. Sang penyerang melepaskan tembakan keras yang memaksa Carnesecchi melakukan penyelamatan spektakuler dengan satu tangan.
Hingga menit-menit akhir, Roma terus mengurung pertahanan Atalanta. Namun, koordinasi lini belakang tuan rumah yang dipimpin Djimsiti tampil tanpa celah. Justru di masa injury time, Atalanta hampir menggandakan keunggulan lewat Krstovic. Beruntung bagi Roma, Mile Svilar masih cukup sigap untuk mencegah kekalahan yang lebih telak.
Susunan Pemain Kedua Tim
Atalanta: Carnesecchi; Scalvini (Hien 59′), Djimsiti, Kolasinac (Ahanor 26′); Zappacosta, De Roon, Ederson (Maldini 72′), Bernasconi; De Ketelaere, Zalewski (Musah 60′); Scamacca (Krstovic 72′)
AS Roma: Svilar; Mancini, Ziolkowski (Wesley 46′), Hermoso; Celik, Cristante, Kone (Pisilli 83′), Rensch (Tsimikas 60′), Soule (El Shaarawy 66′), Dybala; Ferguson (Dovbyk 60′)
Hasil ini menjadi pelajaran berharga bagi Roma bahwa efektivitas di depan gawang jauh lebih penting daripada sekadar penguasaan bola. Akankah Roma mampu kembali ke empat besar pekan depan? (*)