finnews.id – Kebakaran hebat yang terjadi di bar Le Constellation di resor ski Crans-Montana, Swiss, telah menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat lokal dan pengunjung internasional. Tragedi ini menewaskan sekitar 40 orang dan melukai lebih dari 115 orang, sementara proses identifikasi korban masih berlangsung dan diperkirakan akan memakan waktu beberapa hari hingga minggu. Kejadian ini menimbulkan ketegangan emosional yang tinggi, terutama bagi keluarga korban yang masih menunggu informasi pasti tentang orang-orang terkasih mereka.
Kronologi Kebakaran dan Dampaknya
Menurut saksi mata, api menyebar dengan cepat di dalam bar, menyebabkan kepanikan dan kekacauan di antara pengunjung. Banyak korban mengalami luka bakar tingkat tiga yang parah, termasuk remaja berusia 15 tahun. Petugas medis di rumah sakit setempat bekerja tanpa henti untuk memberikan perawatan intensif bagi korban, sementara diskusi sedang berlangsung untuk mendatangkan spesialis luka bakar dari Prancis guna membantu menangani pasien dengan kondisi kritis.
Presiden Swiss, Guy Parmelin, menyatakan bahwa kebakaran ini merupakan salah satu tragedi terburuk yang pernah dialami negara tersebut. Sementara itu, otoritas lokal, termasuk Polisi Canton Valais, terus berupaya mengidentifikasi korban melalui prosedur forensik yang kompleks. Proses ini sangat sensitif dan memerlukan koordinasi intensif dengan keluarga korban, serta dukungan psikologis dari tim profesional yang disiapkan di lokasi.
Suasana di Crans-Montana
Kepala sektor pariwisata Crans-Montana, Bruno Huggler, menjelaskan bahwa kawasan resor kini terbagi menjadi dua dunia: satu diwarnai duka dan suasana berkabung bagi korban dan keluarga, sementara dunia lainnya tetap dijalani oleh para wisatawan yang melanjutkan liburan mereka. Huggler menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara menghormati korban dan memungkinkan aktivitas pariwisata tetap berjalan dengan cara yang sensitif dan terkontrol.
Sekitar 60 persen pengunjung Crans-Montana berasal dari Swiss, namun banyak juga wisatawan dari Prancis, Inggris, Belgia, Belanda, dan Jerman. Dalam tragedi ini, beberapa warga negara Prancis dan Italia dilaporkan hilang, namun identitas semua korban belum sepenuhnya diketahui. Hal ini menunjukkan skala internasional dari dampak tragedi ini, karena banyak keluarga dari berbagai negara yang mengalami ketidakpastian dan kesedihan mendalam.