Home News Operasi SAR Pelatih Valencia CF Diperpanjang, Basarnas Sisir Perairan Labuan Bajo Hingga 4 Januari
News

Operasi SAR Pelatih Valencia CF Diperpanjang, Basarnas Sisir Perairan Labuan Bajo Hingga 4 Januari

Bagikan
Pencarian Pelatih Valencia CF
Basarnas resmi memperpanjang pencarian pelatih Valencia CF, Fernando Martin, dan kedua anaknya yang hilang dalam kecelakaan KM Putri Sakinah di Labuan Bajo hingga 4 Januari 2026.Foto:IG@basarnas
Bagikan

Finnews.id – Harapan untuk menemukan pelatih Valencia CF, Fernando Martin, beserta kedua buah hatinya kini memasuki babak baru. Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) secara resmi memutuskan untuk menambah durasi operasi pencarian selama tiga hari ke depan, terhitung mulai hari ini, Jumat 2 – Minggu 4 Januari 2025

Keputusan krusial ini muncul setelah Tim SAR Gabungan melakukan evaluasi mendalam pada Kamis sore kemarin. Fernando Martin dan dua anaknya dilaporkan hilang setelah KM Putri Sakinah mengalami kecelakaan di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur.

Optimisme di Tengah Perpanjangan Waktu

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi memaksimalkan seluruh potensi yang ada. Meski secara regulasi UU Nomor 29 Tahun 2014 operasi standar berlangsung selama tujuh hari, pihak Basarnas melihat masih ada peluang untuk menemukan para korban.

“Kami tetap optimistis kerja keras seluruh unsur Tim SAR Gabungan dapat membuahkan hasil dalam masa perpanjangan operasi SAR ini,” ujar Fathur Rahman dalam keterangan resminya.

Pemerintah Spanyol melalui Duta Besar mereka di Jakarta juga memberikan perhatian khusus terhadap insiden ini. Sebuah surat resmi tertanggal 31 Desember 2025 telah dikirimkan kepada otoritas terkait, yang berisi harapan besar agar proses evakuasi terus berlanjut hingga tuntas.

Teknis Pencarian: Kerahkan Sonar dan 13 Armada Kapal

Memasuki hari kedelapan pencarian, Tim SAR Gabungan tidak main-main dalam mengerahkan alutsista. Sebanyak 13 kapal penyisir saat ini tengah membelah perairan Labuan Bajo. Tak hanya mengandalkan pengamatan visual, tim juga menerjunkan peralatan canggih berupa teknologi sonar dan hidronav milik Polairud Polda NTT.

Teknologi ini berfungsi untuk mendeteksi objek di bawah permukaan laut yang sulit dijangkau oleh penyelam manual. Kendati demikian, hingga evaluasi terakhir dilakukan, tim lapangan masih menghadapi tantangan besar dan belum menemukan tanda-tanda keberadaan ketiga korban.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Foto ikang Fawzi di atas panggung
News

Ikang Fawzi Tersinggung Putrinya Dicoret dari PPIH 2026, Pilih Serahkan pada Kehendak Tuhan

finnews.id – Musisi senior Ikang Fawzi akhirnya angkat bicara soal polemik pencoretan...

News

Satgas Damai Cartenz Tangkap 4 Anggota KKB Anak Buah Elkius Kobak di Yahukimo

finnews.id – Satuan Tugas (Satgas) Damai Cartenz 2026 kembali mencatatkan keberhasilan dalam...

News

Pameran Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) 2026 di JCC Ricuh, Area Terpaksa Ditutup

finnews.id – Pameran Jakarta International Jewelry Fair (JIJF) 2026 di JCC Ricuh,...

Kenapa Kentut Bau
News

Jangan Kaget! Ini Jumlah Kentut yang Sehat pada Orang Dewasa

finnews.id – Kentut sering kali dianggap memalukan dan identik dengan gangguan pencernaan....