Home Hukum & Kriminal KUHP – KUHAP BARU! Jenis-Jenis Tindak Pidana & Hukumannya: Hina Presiden Delik Aduan, Ada Pidana Kerja Sosial
Hukum & Kriminal

KUHP – KUHAP BARU! Jenis-Jenis Tindak Pidana & Hukumannya: Hina Presiden Delik Aduan, Ada Pidana Kerja Sosial

Bagikan
KUHP - KUHAP BARU! Jenis-Jenis Tindak Pidana & Hukumannya
KUHP - KUHAP BARU! Jenis-Jenis Tindak Pidana & Hukumannya
Bagikan

Finnews.id – Indonesia resmi memasuki babak baru sistem hukum pidana dengan pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru pada 2 Januari 2026.

Dua kitab hukum yang menggantikan produk kolonial dan Orde Baru ini membawa sejumlah perubahan fundamental beserta mekanisme penegakannya.

Berikut rincian poin-poin krusial yang wajib diketahui publik.

KUHP Baru

KUHP Nasional (UU No. 1/2023) memperkenalkan sejumlah ketentuan baru yang mengatur kehidupan publik dan privat.

1. Aturan Unjuk Rasa dan Penghinaan

KUHP baru mengatur secara spesifik tentang demonstrasi di jalan umum. Pasal 256 menyatakan, aksi unjuk rasa tanpa pemberitahuan yang mengakibatkan gangguan kepentingan umum atau huru-hara, dapat diancam pidana penjara maksimal 6 bulan atau denda.

“Setiap Orang yang tanpa pemberitahuan… mengadakan pawai, unjuk rasa, atau demonstrasi… yang mengakibatkan terganggunya kepentingan umum… dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 bulan.”

Sementara itu, pasal penghinaan terhadap Presiden dan Wakil Presiden (Pasal 217-240) tetap ada. Namun dikategorikan sebagai delik aduan.

Proses hukum hanya bisa berjalan berdasarkan aduan langsung dari pihak yang merasa dilecehkan. Ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

2. Larangan Penyebaran Ajaran Tertentu & Hukuman Bagi Koruptor

Pasal 188 KUHP secara tegas melarang penyebaran ajaran Komunisme/Marxisme-Leninisme di muka umum. Ancaman hingga 4 tahun penjara.

Namun, ayat 6 memberikan pengecualian penting: kajian untuk kepentingan ilmu pengetahuan tidak dipidana.

Ancaman bisa meningkat hingga 10 tahun jika bertujuan mengganti Pancasila atau menimbulkan kerusuhan.

Untuk tindak pidana korupsi, Pasal 603 KUHP baru menetapkan pidana minimal yang lebih rendah. Yaitu 2 tahun, dibandingkan UU Tipikor (minimal 4 tahun). Ancaman maksimalnya tetap berat. Yakni penjara seumur hidup atau 20 tahun plus denda.

3. Revolusi Pidana: Kerja Sosial sebagai Hukuman Alternatif

Salah satu terobosan besar KUHP baru adalah pengaturan pidana kerja sosial sebagai pidana pokok alternatif (Pasal 65).

Bagikan
Artikel Terkait
Hukum & Kriminal

Kapolres Bima Terseret Skandal Kasus Narkoba, Polri Tegas

finnews.id – Update Skandal Narkoba Eks Kapolres Bima Kota: AKBP Didik Putra...

Hukum & Kriminal

Viral! Oknum Guru di Jember Diduga Telanjangi 22 Siswa karena Uang Hilang, Dispendik Ambil Langkah Tegas

finnews.id – Jagat media sosial digegerkan dengan beredarnya video dugaan tindakan tidak...

Pandji Pragiwaksono Tabayyun MUI
Hukum & Kriminal

Bawa Hasil Tabayyun MUI ke Polda Metro Jaya, Pandji Pragiwaksono Siap Klarifikasi Kasus ‘Mens Rea’

Finnews.id – Komika senior Pandji Pragiwaksono menunjukkan sikap kooperatif dalam menghadapi rentetan...

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo,
Hukum & Kriminal

Terungkap! Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Ditangkap KPK dalam OTT, Uang Tunai Rp1 Miliar Lebih Disita

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengguncang sektor perpajakan nasional. Dalam...