finnews.id – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bern memastikan hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang tercatat menjadi korban dalam tragedi kebakaran Bar Le Constellation di kawasan wisata Crans Montana, Swiss Barat, yang terjadi saat perayaan Tahun Baru 2026.
Kepala Kanselerai KBRI Bern, Dahlia Kusuma Dewi, menegaskan pihaknya belum menerima laporan ataupun informasi resmi terkait keterlibatan WNI dalam insiden mematikan tersebut.
“Sejauh ini, kami belum menerima laporan adanya WNI yang menjadi korban dalam musibah kebakaran di Crans Montana,” ujar Dahlia saat dikonfirmasi, Jumat (2/1/2026).
KBRI Pantau Perkembangan
Meski belum ada laporan korban WNI, KBRI Bern menyatakan tetap memantau secara intensif perkembangan penanganan tragedi yang dilakukan oleh otoritas Swiss. KBRI juga aktif berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan keselamatan WNI yang berada di wilayah tersebut.
Dahlia mengimbau masyarakat Indonesia di Swiss agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta hanya mengikuti informasi dari sumber resmi dan tepercaya.
“Kami mengimbau WNI untuk tetap tenang dan mengikuti perkembangan informasi dari kanal yang valid,” tambahnya.
Kebakaran Saat Pesta Tahun Baru
Kebakaran hebat melanda Bar Le Constellation pada Kamis (1/1/2026) dini hari, saat lokasi tersebut tengah menggelar pesta perayaan pergantian tahun. Api dengan cepat melalap bangunan, menyebabkan kepanikan di antara pengunjung.
Berdasarkan data sementara dari otoritas setempat, sedikitnya 40 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 115 orang lainnya mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Pihak berwenang menyebutkan jumlah korban jiwa masih berpotensi bertambah, mengingat sejumlah korban berada dalam kondisi kritis. Hingga kini, identitas korban meninggal dunia belum diumumkan secara resmi, dan diperkirakan sekitar separuh korban merupakan wisatawan.
Crans Montana dikenal sebagai salah satu resor ski populer di Swiss Barat yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, khususnya saat musim dingin dan libur akhir tahun. Meski tidak seterkenal Saint Moritz, kawasan ini menjadi favorit turis Eropa maupun internasional.
Sejumlah perwakilan konsuler asing di Swiss, khususnya dari Italia dan Prancis, juga menyampaikan kekhawatiran atas kemungkinan warganya menjadi korban, mengingat kedekatan geografis negara-negara tersebut dengan Provinsi Wallis, lokasi Crans Montana.
Dahlia berharap, apabila terdapat WNI yang terdampak atau memiliki informasi terkait peristiwa tersebut, agar segera melapor ke KBRI Bern. Ia juga mengingatkan bahwa Swiss merupakan salah satu destinasi favorit wisatawan Asia, termasuk Indonesia, terutama saat musim dingin
Selain sebagai tujuan wisata, Crans Montana juga dikenal sebagai lokasi sekolah perhotelan internasional Les Roches, yang memiliki mahasiswa dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
KBRI Bern menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi dan siap memberikan perlindungan serta pendampingan apabila diperlukan.