Catatan Dahlan Iskan

Puisi Ayah

Bagikan
Puisi Ayah
Puisi Ayah
Bagikan

djokoLodang

-o– Mata Lebam Toni pulang dengan mata lebam. + Kakangmas! Apa yang terjadi? Bagaimana harimu tadi? – Hari ini sangat buruk! Sebagai pengurus jenazah, aku harus pergi ke sebuah hotel; ada pria yang meninggal di kamar. Ketika aku sampai di sana, manajer bilang mereka tidak bisa memasukkannya ke dalam kantong jenasah, karena ia mengalami ereksi yang luar biasa besar! + Wow! Lalu? – Jadi, aku naik ke atas, dan benar saja, ada seorang pria telanjang, berbaring di tempat tidur dengan ereksi yang sangat besar! Aku meraih ereksinya dengan kedua tangan dan mencoba melipatnya menjadi dua! + Oh, begitu. Pasti mengerikan! Tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan mata lebam itu? – “Salah kamar”!! -0–

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Pulang Kotor

Sangat menyakitkan harus berhenti menulis di posisi kalah seperti itu. Ibarat suporter...

Catatan Dahlan Iskan

Kubus Kubik

  Tulisan ini memang hanya mengkhayalkan apa saja yang akan terjadi di...

Catatan Dahlan Iskan

Revisi Neom

Saat ini memang terlalu banyak yang harus ditangani Arab Saudi. Gedung tertinggi...

Hari Kemenangan?
Catatan Dahlan Iskan

Hari Kemenangan?

Hari ini atau besok puasa hari terakhir di bulan Ramadan tahun ini....