Catatan Dahlan Iskan

Puisi Ayah

Bagikan
Puisi Ayah
Puisi Ayah
Bagikan

Terasnya hanya cukup untuk duduk enam orang. Tamu-tamu dari Amerika dan Nigeria terlihat tidak ada yang canggung berdesakan di rumah desa seperti itu.

Akad nikahnya sendiri di lantai lima Hotel Santika, Luwuk. Pakai dua bahasa: Indonesia dan Inggris. Yang menikahkan ayah Reski sendiri. Pakai bahasa Indonesia. Jawaban Ahmed, pengantin pria, juga dalam bahasa Indonesia –dengan cara membaca terpatah-patah teks yang sudah disiapkan.

Pengantinnya sendiri mengenakan pakaian adat Nigeria. Baik pengantin pria maupun wanitanya. Ternyata wanita yang disungkemi Resi itu bukan ibu mertua; itu nenek Ahmed dari ibunya yang sudah meninggal dunia. Sedang ayah Ahmed, seorang pengusaha real estate di Lagos, duduk di sebelahnyi.

Lagos bukan ibu kota Nigeria, tapi kota terbesar di negara itu. Kota pelabuhan. Besarnya mirip Jakarta. Penduduknya sekitar 17 juta –termasuk mega city yang sangat cepat berkembang.

Itu kontras dengan Luwuk. Kota begitu kecil. Terpencil. “Tapi Luwuk ini indah sekali,” ujar Rilwan, anggota keluarga Ahmed yang datang dari Lagos.

Jodoh tidak bisa lari ke mana. Pun ketika seorang ayah begitu berat melepaskan putrinya.(Dahlan Iskan)

Komentar Pilihan Dahlan Iskan Edisi 20 Desember 2025: Peak Halimun

Syamsuriadi Syam

Abah, di kalangan suku Bugis, rangkaian prosesi sebelum hari pernikahan itu disebut “Mappaccing” (Bahasa Bugis-Membersihkan). Inti dari prosesi mappaccing ini adalah pemberian doa dan berkat kepada calon mempelai. Sebagai simbolis dihadirkan beberapa atribut: Daun Pisang sebagai simbol doa bahwa pohon pisang itu beranak pinak, tapi selalu berkumpul dengan induknya. Daun Nangka sebagai simbol kejujuran (dalam Bahasa Bugis, bakal buah nangka disebut Lempu = jujur). Daun Pacar sebagai simbol kebersihan/kesucian (dalam Bahasa Bugis daun Pacar disebut Paccing = bersih). Beberapa atribut simbolis itulah yang digunakan oleh 9 pasangan keluarga yang dipercayakan memberikan berkat dan doa. Di mana calon pengantin duduk di atas daun pisang, tangan diletakkan di atas daun nangka dan tangan calon pengantin diolesi rendaman daun pacar.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Catatan Dahlan Iskan

Bulan Bulat

  Perjalanan itu delapan hari, tapi karena tiga hari pertama harus sering...

Catatan Dahlan Iskan

Buka Blak

Oleh: Dahlan Iskan Siapa yang “kecopetan” terbanyak di krisis bursa saham belakangan...

Catatan Dahlan Iskan

Ibadah Stres

Oleh: Dahlan Iskan Kalau saja permintaan MSCI dipenuhi,apa saja yang akan berubah...

Catatan Dahlan Iskan

PT Bukan

Muara dari demutualisasi tersebut adalah independensi dan keterbukaan pasar modal. Bukan lagi...