Tantangan Besar Tahun Pertama Bersama Ferrari
Tahun pertama Hamilton di Ferrari jelas tidak berjalan seperti yang diharapkan. Ekspektasi publik sangat tinggi setelah transfer besar yang menempatkannya di tim paling legendaris dalam sejarah F1.
Namun kenyataan di lintasan justru membuktikan sebaliknya. Penyesuaian gaya mengemudi, pemahaman terhadap setup mobil, dan dinamika teknis bersama tim menjadi tantangan besar sepanjang tahun.
Setelah pertengahan musim, tren performanya justru menurun. Terlepas dari usaha tim, masalah teknis dan ketidakkonsistenan mobil membuat Hamilton kesulitan menemukan gaya balap yang efektif.
Mobil Ferrari kerap kehilangan stabilitas di beberapa trek, dan karakteristik itu tidak cocok dengan kebutuhan Hamilton dalam mengelola kecepatan masuk dan keluar tikungan.
Ke Depan: Apa yang Bisa Diharapkan?
Hamilton tutup musim 2025 tanpa podium, tetapi harapan tetap ada untuk tahun berikutnya.
Ferrari memiliki waktu terbatas untuk membangun mobil 2026, sementara Hamilton membutuhkan reset mental agar bisa kembali menemukan ritme terbaiknya.
Meskipun ia mengatakan “time will tell”, sinyal bahwa semangat kompetitifnya belum hilang masih terlihat dari caranya menghadapi setiap sesi, meski dalam kondisi sulit sekalipun.
Musim 2026 akan menjadi penentu besar. Dengan regulasi baru dan persiapan lebih matang, kesempatan untuk bangkit tetap terbuka.
Namun untuk saat ini, 2025 menjadi musim yang akan dikenang sebagai periode paling berat dalam karier sang juara dunia tujuh kali.
Referensi
BBC Sport
Sky Sports
Formula 1 Official Statistics