Hingga konferensi pers pada Sabtu 29 November 2025 sore, kerugian jiwa akibat bencana ini mencapai ratusan orang. Secara keseluruhan, Sumatera Utara mencatat korban jiwa terbanyak, diikuti oleh Sumatera Barat dan Aceh.
Jumlah korban meninggal dunia meningkat, dari sebelumnya.
“Padang meningkat, justru sekarang nomor dua yang meninggal dunia setelah Sumut korban jiwanya, ada 90 yang meninggal dunia, 85 hilang, 10 luka-luka,” ungkap Suharyanto.
Penambahan jumlah korban meninggal baru merupakan dari Kabupaten Agam dan wilayah ini menjadi daerag paling terdampak di Sumbar.
Data tersebut menegaskan bahwa situasi di lapangan masih berstatus darurat dan membutuhkan penanganan serius dari seluruh pihak terkait.