Finnnews.id – Kementerian Luar Negeri Malaysia, melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Medan, mengonfirmasi satu warga negaranya, Asrul Nizam bin Apridwson (30), dilaporkan hilang di Sumatera Barat. Diduga kuat menjadi korban terdampak bencana tanah longsor yang menerjang wilayah Padang Panjang.
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) terhadap korban saat ini masih terus dilakukan.
Konsulat Jenderal Malaysia di Medan bekerja sama secara intensif dengan otoritas Indonesia untuk memastikan keberhasilan operasi pencarian warga Bernama Asrul.
Pihak Konsulat berkoordinasi langsung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, serta Kepolisian Resor Padang Panjang.
Kerja sama lintas instansi ini berfokus untuk mendapatkan informasi yang terverifikasi secara akurat mengenai perkembangan di lapangan. Upaya pencarian terus dilakukan di lokasi-lokasi yang terdampak parah akibat musibah ini.
Sehubungan dengan kondisi darurat di Sumatera Barat, Konsulat Jenderal Malaysia mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh warga Malaysia yang berada di kawasan terdampak.
Mereka diminta untuk mematuhi arahan pihak berwenang setempat—termasuk BNPB, BPBD, dan Basarnas—demi keselamatan.
Warga Malaysia sangat disarankan untuk menghindari kawasan rawan longsor dan banjir. Perlu diperhatikan bahwa jalur utama Padang-Bukittinggi melalui Lembah Anai masih ditutup total dan belum dapat dilalui.
Konsulat Jenderal juga mendesak agar warga Malaysia yang berada di lokasi bencana melaporkan keberadaan mereka kepada pihak Konsulat. Langkah ini sangat penting guna mempermudah pemberian bantuan serta memastikan komunikasi darurat dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Situasi Bencana di Sumatera: Ratusan Korban Jiwa
Bencana alam yang melibatkan banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera telah menimbulkan dampak serius di tiga provinsi. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, telah menyampaikan pembaruan data terbaru mengenai situasi ini.