finnews.id – Di tengah amukan banjir bandang yang melanda Sibolga dan Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, sebuah kisah mengiris hati datang dari seorang ayah bernama Ebyn Hutauruk, warga Tarutung, Tapanuli Utara. Demi menemukan istri dan dua anaknya yang hilang kontak, Ebyn nekat berjalan kaki sejauh 80 kilometer menuju Tukka, Tapanuli Tengah.
Sejak bencana melanda pada Selasa pagi, Ebyn tak lagi mendapat kabar dari sang istri, Rumita Laura Sibuea, dan kedua anak mereka. Komunikasi terputus total. Jarak yang sebelumnya hanya menjadi pemisah biasa, kini berubah menjadi jurang kecemasan yang dalam.
Ebyn yang bekerja sebagai anggota Satpol PP di Tarutung, sementara istri dan anak-anaknya tinggal di Tukka, harus menerima kenyataan pahit: ia tak tahu apakah keluarganya selamat atau tidak.
Hingga Kamis (27/11), tiga hari setelah banjir bandang dan longsor menerjang wilayah tersebut, tidak ada satu pun kabar yang bisa menenangkan hatinya. Rasa gelisah pun memuncak. Ia lalu mengambil keputusan besar—berjalan kaki menuju Tukka, menyusuri jalur yang rusak, licin, dan penuh risiko akibat longsor serta banjir.
Lebih memilukan lagi, Ebyn terlihat berjalan tanpa alas kaki, menyusuri jalanan berlumpur dan bebatuan tajam. Di tangannya hanya ada bekal makanan seadanya, cukup untuk bertahan hidup di tengah perjalanan panjang yang penuh harap dan takut.
Dalam beberapa unggahan status WhatsApp yang kemudian beredar, terlihat perjuangan seorang ayah yang tak mengenal lelah. Setiap langkahnya seolah menyimpan doa agar bisa kembali memeluk orang-orang yang ia cintai.
Di tengah perjalanan itulah, Ebyn secara tak sengaja bertemu dengan Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu. Dalam sebuah video yang beredar luas, Ebyn terlihat menangis dan memohon pertolongan.
“Tolong saya, Pak… Saya belum tahu kabar istri dan kedua anak saya. Bagaimana istri saya menggendong kedua anak saya untuk menyelamatkan diri?” ucapnya dengan suara bergetar, penuh kepedihan.
Momen itu membuat kisahnya viral di media sosial. Ribuan doa dan dukungan mengalir dari warganet, yang tersentuh oleh ketulusan dan keberanian seorang ayah mempertaruhkan keselamatan dirinya demi keluarga.
Unggahan yang pertama kali dibagikan oleh akun Facebook Rosalina Brigita Lumban Gaol juga mengajak masyarakat untuk membantu menyebarkan informasi, dengan harapan siapa pun yang melihat istri dan anak Ebyn dapat memberikan kabar.
“Semoga ada orang baik yang bisa mengabarkan mereka selamat,” tulisnya.
Bagi banyak orang, perjalanan sejauh 80 kilometer itu bukan sekadar jarak. Ia menjadi simbol nyata cinta, tanggung jawab, dan harapan seorang ayah di tengah bencana yang menghancurkan segalanya.
Dukungan pun terus mengalir, termasuk dari pihak keluarga.
“Semangat ya, itoku. Tuhan pasti menjaga eda dan kedua paramanmu,” tulis salah satu kerabatnya.
Di balik kisah pilu ini, tersimpan pesan kuat tentang arti keluarga—bahwa sejauh apa pun jarak, seberat apa pun rintangan, cinta seorang ayah tak pernah mengenal batas.
Link Video Haru warga Tarutung cari Istri dan 2 anaknya