finnews.id – Tragedi banjir bandang yang menerjang kawasan perbatasan Kota Padang Panjang dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menyisakan duka mendalam bagi TNI dan masyarakat.
Tiga prajurit TNI yang saat itu tengah menjalankan misi kemanusiaan dilaporkan terseret arus deras pada Kamis (27/11) saat membantu pengaturan lalu lintas dan proses evakuasi warga di sekitar Jembatan Kembar Silaiang Bawah.
Hingga Minggu (30/11), Komando Daerah Militer (Kodam) XX/Tuanku Imam Bonjol masih mengintensifkan upaya pencarian satu orang prajurit yang belum ditemukan. Sementara itu, dua korban lainnya telah berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.
Berikut daftar anggota TNI yang terseret banjir bandang Padang Panjang:
1. Prada Zeni Marpaung
Anggota Subdenpom XX/5 Padang Panjang ini ditemukan pada Jumat (28/11) sekitar pukul 14.05 WIB. Jenazahnya ditemukan di aliran Sungai Batang Anai, wilayah Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman. Proses identifikasi dilakukan oleh Tim Inafis Polda Sumbar untuk memastikan keabsahan data korban.
2. (Satu prajurit lain – telah ditemukan namun belum disebutkan namanya secara resmi)
Korban kedua juga telah berhasil dievakuasi sehari setelah kejadian, namun pihak Kodam belum merilis keterangan lengkap terkait identitas demi menghormati keluarga korban.
3. Pelda Yudi Gusnadi – Masih dalam pencarian
Hingga kini, Pelda Yudi Gusnadi masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan bersama personel TNI, Polri, dan relawan terus menyisir area aliran sungai dan wilayah terdampak banjir untuk menemukan korban terakhir.
Kepala Penerangan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol, Letnan Kolonel Kav Taufiq, menyampaikan duka mendalam atas gugurnya para prajurit yang bertugas di garis terdepan saat bencana melanda.
“Mereka tengah menjalankan misi kemanusiaan. Panglima TNI dan seluruh keluarga besar Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol memberikan penghormatan setinggi-tingginya atas dedikasi dan pengabdian prajurit yang gugur,” ujar Taufiq.
Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, juga mengungkapkan bahwa para prajurit tersebut awalnya sedang membantu mengurai kemacetan dan mengevakuasi warga di sekitar jembatan saat terdengar suara gemuruh keras dari arah perbukitan. Salah satu prajurit sempat memperingatkan warga untuk segera menjauh. Namun nahas, arus banjir bandang datang dengan cepat dan menyeret mereka.
Peristiwa ini menjadi pengingat kuat akan besarnya risiko yang dihadapi para aparat dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Warga dan pemerintah daerah pun turut berduka dan berharap Pelda Yudi Gusnadi segera ditemukan.