Home News Banjir Sumatra: Korban Hilang dan Meninggal Terus Meningkat
News

Banjir Sumatra: Korban Hilang dan Meninggal Terus Meningkat

Bagikan
Banjir, Image: Hans / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Korban hilang dan meninggal akibat banjir besar di Sumatra terus bertambah setelah hujan ekstrem memicu longsor dan banjir bandang di sejumlah wilayah. Cuaca ekstrem dipicu monsun kuat yang diperparah siklon tropis, membuat sungai meluap dan air naik dalam waktu sangat singkat.

Hingga laporan terbaru, jumlah korban meninggal di Sumatra telah melewati 300 orang. Puluhan lainnya masih hilang dan belum ditemukan, karena beberapa daerah masih terisolasi dan akses bantuan belum sepenuhnya terbuka.

Air Naik dalam Hitungan Detik

Warga di Aceh dan Sumatra Barat menceritakan bagaimana air tiba-tiba menerjang rumah mereka tanpa peringatan. Arus banjir yang sangat deras menghanyutkan rumah, kendaraan, bahkan jembatan. Sebagian penyintas mengatakan hanya bisa berlari ke tempat lebih tinggi atau berpegangan pada benda apapun yang ada di sekitar untuk bertahan hidup.

Ada warga yang kehilangan seluruh harta benda dalam hitungan menit. Banyak dari mereka kembali ke lokasi rumah hanya untuk menemukan bahwa bangunan sudah hilang atau tenggelam sepenuhnya.

Ratusan Warga Masih Belum Ditemukan

Selain angka korban meninggal yang terus meningkat, jumlah warga hilang juga belum pasti karena komunikasi putus dan banyak desa masih terisolasi. Tim penyelamat menduga masih ada korban yang tertimbun longsor maupun terbawa arus banjir.

Beberapa daerah di Tapanuli dan Aceh menjadi lokasi paling terdampak. Di sana, pencarian korban hilang masih berlangsung dengan kondisi medan yang sangat sulit.

Evakuasi dan Bantuan Terhambat Cuaca Buruk

Proses evakuasi terus berjalan, tetapi hujan masih turun di beberapa wilayah dan menghambat operasional penyelamatan. Kondisi jalan yang rusak, jembatan runtuh, serta listrik dan internet yang belum pulih sepenuhnya membuat koordinasi menjadi lambat.

Tenda darurat dibuka di berbagai lokasi, namun ribuan warga masih kekurangan makanan, air bersih, obat-obatan, dan tempat tinggal layak. Di beberapa daerah, masyarakat bahkan terpaksa mencari pasokan mandiri karena bantuan belum menjangkau lokasi.

Desakan Status Darurat Nasional Meningkat

Dengan jumlah korban meninggal dan hilang yang semakin besar, tekanan publik agar pemerintah menetapkan bencana nasional semakin kuat. Kebijakan ini dinilai penting agar penanganan berlangsung lebih cepat dengan dukungan logistik dan sumber daya yang lebih besar.

Namun penetapan status tersebut masih dalam pembahasan, sementara situasi di lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak yang tidak bisa menunggu lama.

Penutup

Banjir Sumatra menjadi salah satu bencana hidrometeorologi terbesar dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Jumlah korban hilang dan meninggal masih bisa bertambah karena proses pencarian dan penyelamatan belum selesai, sementara cuaca ekstrem belum menunjukkan tanda mereda.

Referensi: BBC News, Reuters, AP News.

Bagikan
Artikel Terkait
bencana hidrometeorologi sumatera barat
News

Jumlah Korban Bencana Sumbar Melonjak Signifikan: 126 Meninggal Dunia,110.981 Mengungsi

Finnews.id – Bencana hidrometeorologi yang melanda Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menimbulkan dampak...

Warga Malaysia Hilang Sumatera Barat
News

Warga Malaysia Hilang di Sumbar, Diduga Jadi Korban Bencana Tanah Longsor Padang Panjang

Finnnews.id – Kementerian Luar Negeri Malaysia, melalui Konsulat Jenderal Malaysia di Medan,...

bantuan BNPB ke desa terisolasi
News

Helikopter BNPB Terpaksa Mendarat di Tepi Sungai: Warga Sihaporas Terisolasi Bencana Akhirnya Terima Bantuan

Finnews.id – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang wilayah Sumatera...

News

Apakah Perubahan Iklim Memicu Banjir Ekstrem di Asia? Para Ahli Menjawab

finnews.id – Banjir dan longsor ekstrem telah tercatat di berbagai wilayah Asia...