Home News Banjir dan Longsor Sumatera, BNPB: 297 Meninggal Dunia, 279 Hilang, Puluhan Ribu Kepala Keluarga Ngungsi
News

Banjir dan Longsor Sumatera, BNPB: 297 Meninggal Dunia, 279 Hilang, Puluhan Ribu Kepala Keluarga Ngungsi

Bagikan
Banjir di Aceh rendam 22 desa.
Banjir di Aceh rendam 22 desa.
Bagikan

finnews.id – Bencana banjir bandang yang menerjang wilayah Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat terus menelan korban jiwa. Menyikapi kondisi darurat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama tim gabungan bergerak cepat mempercepat proses pencarian, penyelamatan, dan distribusi bantuan bagi para penyintas.

Kepala BNPB Suharyanto dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (30/11) menegaskan bahwa upaya prioritas mencakup evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pembukaan akses wilayah terisolasi, serta percepatan distribusi logistik melalui jalur darat dan udara.

Sumatera Utara: 166 Meninggal, 143 Hilang

Memasuki hari ketiga status tanggap darurat, jumlah korban di Sumatera Utara meningkat menjadi 166 orang meninggal dunia, bertambah 60 korban hanya dalam satu hari berkat operasi pencarian intensif oleh tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas. Sementara 143 orang lainnya dinyatakan hilang.

Aceh: 47 Korban Meninggal, Puluhan Hilang

Pada hari kedua pascapenetapan status darurat di Aceh, tercatat:

  • 47 orang meninggal dunia
  • 51 orang hilang
  • 8 orang luka-luka

Jumlah pengungsi melonjak hingga 48.887 kepala keluarga, dengan konsentrasi terbesar di Aceh Utara, Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Singkil. Suharyanto menekankan bahwa data ini kemungkinan terus bertambah seiring operasi SAR yang masih berlangsung.

Sumatera Barat: 90 Meninggal, 85 Hilang

Sementara di Sumatera Barat, dua hari setelah status darurat ditetapkan, tercatat:

  • 90 korban jiwa
  • 85 orang hilang
  • 10 orang luka-luka

Jumlah pengungsi mencapai 11.820 kepala keluarga atau 77.918 jiwa, terutama di Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan. Wilayah Kabupaten Agam menjadi daerah dengan korban terbanyak.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, BNPB dan tim gabungan telah mengerahkan alutsista ke wilayah terdampak guna memperlancar proses evakuasi dan distribusi bantuan. Selain itu, jaringan komunikasi darurat berbasis satelit Starlink telah diaktifkan di sejumlah titik, terutama di daerah yang terputus akses komunikasinya.

“BNPB memastikan seluruh upaya penanganan dipercepat melalui koordinasi erat dengan pemerintah daerah, TNI, Polri, dan relawan. Pembukaan akses, pendataan korban, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama kami,” tegas Suharyanto.

Bagikan
Written by
Gatot Wahyu

Gatot Wahyu adalah jurnalis senior yang telah berkecimpung di dunia pers sejak tahun 1990-an. Bergabung dengan Jaringan FIN CORP sejak 2014, ia memiliki spesialisasi dan wawasan mendalam dalam peliputan berita bidang politik, hukum, dan kriminal.

Artikel Terkait
News

Lowongan 30 Ribu Manager Kopdes Merah Putih Resmi Dibuka, Syarat Sangat Mudah

finnews.id – Pemerintah resmi membuka rekrutmen besar-besaran untuk 30.000 posisi Manajer Koperasi Desa/Kelurahan...

News

Prabowo-Macron Bahas Kerja Sama Strategis, dari Pertahanan hingga Ekonomi Kreatif

finnews.id – Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Prancis...

Cara Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan
News

Lowongan Kerja BPJS Ketenagakerjaan 2026: Cek Posisi, Syarat, dan Link Pendaftaran

finnews.id – BPJS Ketenagakerjaan resmi membuka rekrutmen karyawan baru mulai Sabtu, 11...

News

Apriasi Satgas PKH, Prabowo: Selamatkan Aset Rp370 Triliun, Setara 10 Persen APBN

finnews.id – Presiden Prabowo Subianto mengungkap capaian besar pemerintah dalam mengamankan kekayaan...