Finnews.id – Kanker prostat, yang selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang pria berusia lanjut, kini semakin mengkhawatirkan karena mulai mengintai pria usia muda. Padahal, prostat memiliki peran penting dalam sistem reproduksi pria.
Kanker prostat terjadi karena adanya pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali di kelenjar prostat.
Kondisi tersebut kemudian memicu tumbuhnya sel abnormal yang tidak terkendali hingga membentuk massa atau benjolan yang merupakan tumor ganas (kanker).
Umumnya, kanker prostat tumbuh secara perlahan dan tidak menyebar. Namun, pada beberapa kasus, sel-sel kanker bersifat agresif dan dapat menyebar dengan cepat.
Kasus kanker prostat di Indonesia telah mencapai 13.130 kasus baru pada tahun 2022 dan menjadi penyebab kematian kanker ke-12 bagi pria.
Kendati sering terjadi pada pria berusia di atas 50 tahun, diam-diam kanker ini juga mulai menyerang usia muda.
Sangat Agresif & Bisa Menyerang Usia Muda
Ahli Urologi, dr. Badrulhisham Bahadzor dari Hospital Picaso Petaling Jaya, Malaysia, mengatakan umumnya kanker prostat terjadi karena faktor usia. Namun, kini kanker prostat juga banyak menyerang pria pada usia muda.
“Banyak orang menganggap bahwa kanker prostat sebagai penyakit orang tua, padahal kanker ini sangat agresif dan bisa menyerang usia muda. Karena sering dianggap sepele penanganan kanker prostat pada usia muda sering kali terlambat,” kata dr. Badrulhisham.
Akibat keterlambatan tersebut, menurutnya, proses pengobatan kanker prostat jadi lebih sulit. Untuk itu, perlu adanya kesadaran akan gejala penyakit kanker, seperti deteksi dini.
Pada usia muda, kanker prostat biasanya dialami oleh individu yang memiliki faktor risiko tertentu, mulai dari riwayat keluarga dengan kanker prostat, obesitas, kelainan genetik, ataupun menjalani gaya hidup yang tidak sehat.
Gejala Kanker Prostat yang Harus Diwaspadai
Pada awalnya, pria yang mengidap kanker prostat tidak akan merasakan gejala apa-apa. Namun, saat prostat sudah membengkak dan mulai memengaruhi saluran pembuangan urine atau sperma, para penderitanya umumnya akan mengalami nyeri saat ejakulasi, sensasi terbakar saat buang air kecil, tidak nyaman saat duduk, terdapat darah dalam urine, dan nyeri di punggung bawah, pinggul, atau dada.