Dengan penetapan Idul Fitri versi Muhammadiyah (20 Maret) dan prediksi libur nasional (21 Maret), kemungkinan besar akan ada pergeseran satu hari.
Jika hasil pengamatan hilal (rukyatul hilal) yang dilakukan Kemenag tidak memenuhi syarat hilal terlihat, maka awal Ramadan dapat bergeser dari prediksi awal. Sehingga puasa dimulai satu hari setelah penetapan Muhammadiyah.
Meskipun Muhammadiyah telah menetapkan 1 Ramadhan 1447 H pada 18 Februari 2026, umat Islam diimbau tetap menunggu pengumuman resmi dari Sidang Isbat Kemenag RI sebagai patokan bersama.