Home Internasional Update Kebakaran Apartemen Hong Kong: 94 Orang Tewas, Ratusan Belum Ditemukan
Internasional

Update Kebakaran Apartemen Hong Kong: 94 Orang Tewas, Ratusan Belum Ditemukan

Bagikan
Ambulance
Ambulance, Image: Kollinger / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Kebakaran apartemen Hong Kong menjadi berita utama internasional setelah tragedi besar di distrik Tai Po menyebabkan setidaknya 94 orang meninggal. Kebakaran apartemen Hong Kong ini juga membuat lebih dari 70 orang mengalami luka-luka dan ratusan lainnya masih belum ditemukan karena tim penyelamat belum menyelesaikan pemeriksaan seluruh blok gedung.

Api mulai muncul pada Rabu malam dan dengan cepat menyebar ke tujuh dari delapan tower dalam kompleks hunian yang dihuni sekitar 4.600 penduduk. Pemerintah Hong Kong menyampaikan status api kini “pada dasarnya terkendali”, tetapi proses identifikasi korban dan pencarian penghuni yang hilang masih berlangsung.

Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki

Pada tahap awal, penyelidik mengumpulkan rekaman CCTV, video warga, serta hasil analisis BBC Verify yang menunjukkan percikan api pertama berasal dari bagian luar bangunan. Api kemudian menjalar ke bagian fasad yang diduga mudah terbakar.

Polisi menyampaikan bahwa material yang menutupi bagian luar gedung ternyata tidak tahan api, sehingga kobaran menyebar sangat cepat ke lantai atas. Karena temuan tersebut, tiga eksekutif perusahaan konstruksi sudah ditangkap dan menghadapi dugaan pembunuhan karena kelalaian.

Warga Mulai Marah karena Dugaan Kelalaian

Kebakaran apartemen Hong Kong memicu kemarahan para penghuni. Banyak dari mereka menyatakan tragedi ini seharusnya bisa dicegah. Salah satu warga mengatakan, “Ini bisa dicegah. Bertahun-tahun kami minta inspeksi keselamatan, tapi tidak ada tindakan.”

Selain itu, beberapa penyintas menceritakan bahwa alarm kebakaran tidak berbunyi di beberapa lantai, sehingga banyak penghuni terlambat menyadari situasi darurat. Banyak keluarga terjebak karena asap pekat mengisi koridor hanya dalam hitungan menit.

Tantangan Evakuasi dan Proses Pencarian Korban

Tim pemadam kebakaran bekerja dalam kondisi ekstrem. Asap hitam pekat, struktur bangunan yang meleleh, dan kondisi ruangan yang tertutup membuat proses penyisiran memakan waktu cukup lama. Namun mereka mengatakan targetnya adalah menyelesaikan pengecekan seluruh unit dalam beberapa jam ke depan, meskipun risiko runtuh masih ada.

Kebakaran apartemen Hong Kong kini menjadi salah satu insiden hunian vertikal paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir di Asia. Banyak pakar arsitektur dan keselamatan kebakaran mulai membandingkan tragedi ini dengan kasus Grenfell Tower di London pada 2017.

Pemerintah Berjanji Lakukan Reformasi Keselamatan

Setelah kritik publik meningkat, pemerintah Hong Kong berjanji melakukan penyelidikan menyeluruh dan meninjau ulang regulasi bangunan, termasuk material fasad, jalur evakuasi, dan sertifikasi keselamatan gedung bertingkat tinggi.

Namun saat ini prioritas masih berada pada upaya menemukan korban, membantu penyintas, dan menampung warga yang kehilangan rumah.

Kebakaran apartemen Hong Kong akhirnya menjadi pengingat bahwa standar keselamatan bangunan tidak boleh diabaikan, terutama di kota padat yang bergantung pada hunian vertikal.

Referensi

BBC News
Reuters
Associated Press (AP News)
The Guardian

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

AS-Iran Gagal Capai Kesepakatan, Siapa Paling Dirugikan?

finnews.id – Perundingan antara Amerika Serikat dan Iran kembali menemui jalan buntu....

Internasional

Iran Batasi Hanya 12 Kapal Per Hari Lintasi Selat Hormuz, Tarif Tembus Rp34 Miliar per Kapal!

finnews.id – Kebijakan baru Iran terkait jalur strategis energi dunia, Selat Hormuz,...

Internasional

AS Kirim Dua Kapal Perang Lintasi Selat Hormuz, Trump: Kami Mulai Proses Pembersihan!

finnews.id – Dua kapal perang Amerika Serikat dilaporkan berhasil melintasi Selat Hormuz....

Internasional

Israel Ngaku Kirim 10.800 Serangan Udara ke Iran Selama Perang Satu Bulan Lebih

radarpena.co.id – Militer Israel menyatakan telah melancarkan lebih dari 10.800 serangan udara...