Home Lifestyle Mengintip Kemeriahan Natal Nias, Saat Adat Ono Niha Berpadu dengan Sukacita Kristiani
Lifestyle

Mengintip Kemeriahan Natal Nias, Saat Adat Ono Niha Berpadu dengan Sukacita Kristiani

Bagikan
Natal di Nias
Perayaan Natal di Nias unik dengan perpaduan budaya Ono Niha dan ibadah Kristiani.Foto: TikTok/Liputan_Nias
Bagikan

Finnew.id – Pulau Nias, dengan mayoritas mutlak penduduknya yang menganut agama Kristen, merayakan Natal sebagai hari raya terbesar yang sarat makna spiritual dan tradisi budaya lokal yang kuat. Perayaan Natal di sini tidak hanya terbatas pada ritual gerejawi, tetapi menjelma menjadi sebuah perayaan komunal yang melibatkan seluruh aspek kehidupan masyarakat Ono Niha (Sebutan untuk suku Nias).

Suasana perayaan mulai terasa sejak awal Desember. Masyarakat Nias secara kolektif menghiasi rumah dan gereja, mempersiapkan paduan suara (koor) terbaik, dan menyambut kedatangan perantau Nias yang pulang dari berbagai daerah. Momen Natal di Nias menjadi puncak sukacita dan reuni bagi keluarga besar.

Adat Ono Niha Merangkul Ibadah

Perayaan Natal di Nias menunjukkan perpaduan harmonis antara tradisi gerejawi dan budaya lokal yang disebut Ono Niha. Kekuatan adat tertanam erat dalam setiap rangkaian acara keagamaan.

Gereja-gereja di Nias melaksanakan ibadah Malam Natal dan Hari Natal yang penuh khidmat. Dalam pelayanan, lagu-lagu Natal seringkali dinyanyikan dalam Bahasa Nias (salah satu identitas utama Ono Niha), yang memberikan nuansa lokal yang mendalam dan hangat.

Selain itu, di beberapa desa atau komunitas, perayaan sukacita Natal dilengkapi dengan tarian dan nyanyian tradisional seperti Maena yang dipertunjukkan sebagai bentuk rasa syukur dan penyambutan terhadap tamu atau kerabat.

Peran Krusial Kuliner Sokhi dalam Pesta Komunal

Setelah Ibadah, perayaan Natal beralih ke rumah-rumah dalam tradisi kunjungan keluarga dan pesta komunal yang kental. Aspek kulinernya memainkan peran krusial, di mana hidangan khusus disiapkan untuk menyambut famili dan kerabat.

Sokhi (istilah umum yang merujuk pada hidangan pesta dengan daging babi panggang, atau hidangan daging khas Nias lainnya) menjadi sajian yang sangat dinantikan. Proses persiapan Sokhi seringkali dilakukan secara gotong royong oleh keluarga besar.

Makanan ini melambangkan kelimpahan, sukacita, dan mempererat tali persaudaraan antar anggota keluarga yang berkumpul setelah sekian lama.

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
Lifestyle

Rahasia Foshan di Tiongkok jadi Lahan Berburu Pecinta Furnitur Singapura

finnews.id – Jika Anda sedang menjelajahi media sosial untuk mencari ide renovasi,...

Lifestyle

Dari mana dan Apa Makna ‘Mokel’ yang Populer saat Ibadah Puasa Ramadhan Tiba?

finnews.id – Istilah “mokel” pastinya sering terdengar setiap bulan Ramadan. Kata ini...

Tips puasa tetap berenergi
Lifestyle

Tips Puasa Anti Lemas: Rahasia Tetap Berenergi Sepanjang Hari Menurut Ahli Nutrisi Dunia

Finnews.id –Bulan suci Ramadhan 2026, jutaan umat Muslim menjalankan ibadah puasa selama...

Lifestyle

Ketahuan Tidak Puasa saat Ramadhan, Kemendagri Siap Beri Sanksi dan Denda Senilai Jutaan

finnews.id – Puasa pada bulan Ramadan merupakan hukum wajib bagi semua umat...