Catatan Dahlan Iskan

Airmata Ira

Bagikan
Airmata Ira
Mantan Direktur Utama PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero), Ira Puspadewi-Istimewa-
Bagikan

Budijani Sudartha

Mungkin yang dimaksud Sekolah Tinggi Filsafat adalah: DRIYARKARA…..kalau Driyakarya di Abepura mungkin adalah toko mebel yang punya cabang di Jakarta?

Juve Zhang

Sejenak kita terbang ke Venezuela….. Trumpet dulu bilang Hari mu tinggal di hitung ke Maduro…. artinya mau jatuhkan Maduro ….tapi Rusia Tiongkok Iran bersatu dibelakang Maduro…. Tiongkok itu Buat khusus Anjungan Minyak atas Laut atau Danau….Beaya konstruksi mahal tapi dibayar minyak Vene….Setiap hari 660 ribu barel kiriman ke Tiongkok….jelas Vene CashFlow hidup lagi …ekspor minyak mentah jalan lancar duit lancar…. Tiongkok yg berani beli minyak Vene lain nya takut ancaman Raja Preman….. sekarang Iran kirim drone dan ahli perang kemarin dengan Israel jadi penasehat drone bagaimana drone Iran sampai ribuan kilometer serang Israel….mereka konon sudah ada di tanah Vene bantu men drone kan kekuatan musuh…. bantuan personil dan drone Iran jelas tenaga ekstra buat Vene….kali ini yg langsung perang sama Israel…datang dan bantu….Iran tak berpangku tangan ketika melihat Vene akan di gebuk pun Rusia dan Tiongkok membantu ….Vene gak sendirian ….itu mungkin baik m Trumpet gak berani nyerang Vene langsung…..

Ja’far Syahidan

Kepada Bapak MZ Arifin Umar yang budiman. Di kitab hadits Shahih Muslim riwayat nomor 1.847, bab al-Imarah (Kepemimpinan Negara), sub bab al-Amri bi Luzum (Perintah untuk Patuh), Nabi Muhammad bersabda begini: تسمع وتطيع للأمير وإن ضرب ظهرك وأخذ مالك فأسمع وأطع “Dengar dan taati penguasa, meskipun punggungmu dicambuk (penguasamu), dan meskipun hartamu dirampas (penguasamu), tetap dengar dan tetap taati (penguasamu)”. Pak MZ Arifin Umar yang budiman. Apakah Bapak akan ikhlas ketika nanti ada penguasa di tempat Bapak, menyiksa punggung Bapak, dan merampas harta Bapak? Bapak akan tetap ikhlas, sabar, patuh, dan taat kepada penguasa tersebut?

djokoLodang

-o– Wisuda Koteka *) Kebetulan (atau bukan kebetulan?) kemarin saya baru saja berita unik dari grup WA teman-teman seangkatan Sipil ITB 72. Saya kutip selengkapnya berikut ini: MIKI WUKA WISUDA DENGAN KOTEKA ———— Miki Wuka yang adalah salah satu mahasiswa ISBI Tanah Papua itu, akhirnya memecahkan rekor sebagai salah satu (bahkan mungkin satu-satunya) mahasiswa asal Papua yang diwisudakan dengan mengenakan holim (koteka). Holim (koteka) adalah pakaian tradisional yang berasal dari masyarakat Papua khususnya di bagian pegunungan tengah, wilayah adat Lapago dan Meepago. Holim terbuat dari buah sejenis labuh yang berbentuk unik, panjang; yang dikeringkan setelah isinya dikeluarkan. Holim sehari-hari biasanya dikenakan oleh kaum Adam (pria). Keberanian Meki Wuka mengenakan koteka dalam acara wisuda tidak hanya mencetak sejarah tapi juga mengangkat harkat dan martabat masyarakatnya. Selama ini koteka telah dilabeli stigma negatif, sebab diasosikan dengan pandangan rendah, ketelanjangan, porno, bodoh, tidak beradab dan stigma lainnya. Miki Wuka mahasiswa institut seni budaya Papua ini berhasil mempertahankan pakaian tradisionalnya sebagai hasil konstruksi adat-budaya asli sebagai jati dirinya di tengah gempuran seragamisasi epistemologi yang berangkat dari kebudayaan kaum dominan yang menggeser hingga mematikan keanekaragaman budaya yang ada di tanah ini. (bl) Salut . –0-

Bagikan
Written by
Lina Setiawati

Bergabung dengan FIN CORP di 2024, Lina Setiawati membawa pengalaman jurnalistik lebih dari dua dekade sejak tahun 2000. Spesialisasinya mencakup analisis berita olahraga, dinamika politik, hukum, kriminal, serta peristiwa nasional terkini.

Artikel Terkait
dr Edwin Ongkoraharjo (kiri) bersama Soedomo Mergonoto (tengah)
Catatan Dahlan Iskan

Pilihan Baru

Sudomo kini praktis jadi juru selamat di kalangan Tionghoa. Juga juru damai...

Catatan Dahlan Iskan

Timtim Maduro

Bahwa tulisannya begitu bagus itu karena Efatha rajin menulis. Juga banyak membaca....

Zohran Mamdani ke Bronx, menandatangani kebijakan di jalanan Sedgwick Avenue didampingi Tascha Van Auken.-crainsnewyork-
Catatan Dahlan Iskan

Gagal Sukses  

Bahkan di Bronx dikembangkan prinsip baru oleh orang seperti Tascha: rumah adalah...