Home Sports Italia di Ambang Sejarah Kelam! Juara Dunia 4 Kali Terancam Gagal
Sports

Italia di Ambang Sejarah Kelam! Juara Dunia 4 Kali Terancam Gagal

Bagikan
Italia Gagal
Kebakaran, Image: Pixabay
Bagikan

Selain dua negara kepulauan tersebut, Uzbekistan dan Yordania juga mencatatkan sejarah sebagai debutan. Sementara itu, babak playoff masih berpotensi melahirkan wajah-wajah baru lainnya, seperti New Caledonia, Suriname, Kosovo, dan Albania.

Kembalinya Para Raksasa dan Sulitnya Langkah Juara 4 Kali

Format yang diperluas ini tidak hanya melahirkan debutan, tetapi juga menandai kembalinya tim-tim yang telah lama absen. Skotlandia kembali ke panggung global setelah menanti sejak 1998, sama halnya dengan Norwegia.

Kembalinya Norwegia memastikan bintang top dunia, Erling Haaland, akan tampil di turnamen sepak bola terbesar untuk pertama kalinya. Austria dan Haiti (setelah 1974) juga mengamankan comeback yang telah lama dinanti.

Di sisi lain, perluasan kuota kualifikasi, terutama untuk kawasan seperti Afrika (naik dari 5 menjadi 9 slot langsung) dan CONCACAF (dari 3 menjadi 6 slot langsung), tidak menjamin langkah mulus bagi tim-tim tradisional. Bahkan, negara-negara yang secara historis kuat tetap kesulitan.

Ancaman Kejutan dan Ambisi Baru di Panggung Dunia

Keberhasilan Curaçao dan Cape Verde diharapkan mampu memicu perkembangan sepak bola domestik di negara-negara kecil. Visi FIFA untuk turnamen yang diperluas adalah memberikan inspirasi bagi generasi mendatang.

Sejarah Piala Dunia telah mencatat banyak kejutan. Mulai dari Amerika Serikat yang mengejutkan Inggris pada 1950, Kamerun mengalahkan juara bertahan Argentina pada 1990, hingga Arab Saudi menaklukkan Argentina (yang kemudian menjadi juara) pada 2022.

Puncaknya, Maroko menjadi negara Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia pada 2022, setelah mengalahkan raksasa Eropa seperti Belgia, Spanyol, dan Portugal. Fenomena ini menunjukkan bahwa kesenjangan kualitas antara tim-tim “unggulan” dan “kuda hitam” semakin tipis.

Sebagai salah satu tuan rumah dengan Mauricio Pochettino sebagai pelatih, Amerika Serikat akan berjuang untuk melampaui pencapaian terbaik mereka, yaitu perempat final tahun 2002.

Meskipun demikian, tim-tim dengan sejarah panjang seperti Argentina, Brasil, Spanyol, dan Prancis tetap menjadi favorit kuat untuk mengangkat trofi. Sepanjang sejarah 95 tahun, gelar Piala Dunia hanya pernah dibagikan kepada delapan negara saja.

Bagikan
Artikel Terkait
Skandal Munaslub PSTI 2025: 'Bau Amis' Rekayasa dan Tudingan Mafia Olahraga Memanas!
Sports

Skandal Munaslub PSTI 2025: ‘Bau Amis’ Rekayasa dan Tudingan Mafia Olahraga Memanas!

1. Dasar Penerbitan SK Cacat Hukum: SK KONI Pusat Nomor 148 Tahun...

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Sports

Gubernur Pramono: Saya Berharap Persija Sukses Main di Bandung!

finnews.id – Duel klasik Persib Bandung vs Persija Jakarta akan tersaji di...

Menpora Erick Thohir.
Sports

Hapus Stigma Negatif, Domino Didorong Jadi Bagian Sport Industry

“Kita baru mendapat rekomendasi dari KONI, KOI dan Kemenpora untuk menjadi resminya...

Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari
Sports

Tuntaskan Dendam! Febriana/Meilysa Tumbangkan Unggulan Tuan Rumah di Malaysia Open 2026

finnews.id – Ganda putri Indonesia Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari akhirnya mematahkan...