Home Ekonomi BPBD: Belum ada Laporan Dampak Erupsi Semeru di Kabupaten Malang
Ekonomi

BPBD: Belum ada Laporan Dampak Erupsi Semeru di Kabupaten Malang

Dampak erupsi semeru

Bagikan
Bagikan

finnews.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang menyatakan belum ada laporan mengenai dampak dari erupsi Gunung Semeru di beberapa wilayah kecamatan yang lokasinya berbatasan dengan Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

“Dapat kami laporkan untuk wilayah Kabupaten Malang, berdasarkan pantauan dari rekan-rekan pos lapangan (poslap) maupun relawan di wilayah Ampelgading-Tirtoyudo mulai sore tadi sampai saat ini belum terjadi gejolak,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang Sadono Irawan di Malang, Jawa Timur Rabu.

Dia juga menyebut dampak dari erupsi Gunung Semeru juga tak ditemukan di wilayah Kecamatan Poncokusumo.

Melihat kondisi tersebut, Sadono menegaskan bahwa wilayah Kabupaten Malang belum mengalami fase kedaruratan bencana imbas terjadinya erupsi Gunung Semeru.

“Belum ada laporan yang mengindikasikan wilayah kabupaten malang juga mengalami kedaruratan terkait erupsi Gunung Semeru,” ujarnya.

Meski demikian, BPBD Kabupaten Malang terus melakukan koordinasi dengan poslap dan relawan di lapangan guna memantau kondisi di setiap wilayah perbatasan antara Kabupaten Malang dengan Kabupaten Lumajang.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meningkatkan status aktivitas Gunung Semeru dari sebelumnya level III (Siaga) menjadi level IV (Awas).

Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam keterangan di Bandung Rabu, mengatakan bahwa peningkatan status itu dilakukan setelah hasil pemantauan visual dan instrumental menunjukkan aktivitas vulkanik yang masih tinggi dan tidak stabil.

“Kenaikan tingkat aktivitas Gunung Semeru dari level III (Siaga) ke Level IV (Awas) pada pukul 17.00 WIB,” kata Wafid.

Badan Geologi merekomendasikan agar masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius delapan kilometer dari kawah gunung serta sektoral barat hingga timur laut sejauh 20 kilometer dari pusat erupsi.

Masyarakat juga diminta mewaspadai potensi banjir lahar apabila terjadi hujan deras, khususnya di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh delapan kilometer dari puncak erupsi.

Bagikan
Artikel Terkait
Mulai April 2026 Scan QRIS Bisa Dipakai di Tiongkok & Korea Selatan
Ekonomi

Mulai April 2026! Scan QRIS Bisa Dipakai di Tiongkok & Korea Selatan

Finnews.id – Bank Indonesia memastikan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard...

Ekonomi

Agresif! BSN Resmi Ekspansi ke Ekosistem Ekonomi Muhammadiyah

PT Bank Syariah Nasional (BSN) mulai melancarkan aksi ekspansi bisnis secara masif...

Ekonomi

KEPERCAYAAN Bukan MEREK, Gejolak Pasar Indonesia saat ini

finnews.id – Dalam sistem keuangan global yang menjunjung tinggi transparansi, keandalan data,...

Ekonomi

Likuiditas Ekonomi Januari 2026 Meningkat, M2 Tembus Rp10.117,8 Triliun

finnews.id – Bank Indonesia (BI) melaporkan pada Januari 2026 likuiditas perekonomian atau...