Home Hukum & Kriminal Kronologi Kejamnya Bullying SMPN 19 Tangsel, Ditusuk Sedotan dan Dihantam Kursi Besi
Hukum & KriminalNews

Kronologi Kejamnya Bullying SMPN 19 Tangsel, Ditusuk Sedotan dan Dihantam Kursi Besi

Bullying SMPN 19 Tangsel

Bagikan
Bagikan

Di akhir kunjungan, Victor menegaskan kembali komitmen kepolisian untuk mengusut kasus ini.

“Mohon doa. Kami akan hadir untuk keluarga dan menjalankan proses hukum secara profesional,” tegasnya.

Kronologi Peristiwa

Guru Bimbingan Konseling (BK) SMPN 19 Kota Tangerang Selatan, Sriwida, mengungkapkan peristiwa dugaan bullying itu terjadi pada Senin, 20 Oktober 2025 sekira pukul 09.00 WIB.

Setelah adanya peristiwa tersebut, dia mengaku tak ada laporan atau aduan baik dari seluruh siswa di kelas itu maupun dari MH.

Keesokan harinya pada 21 Oktober 2025 baik korban ataupun terduga pelaku masih bersekolah seperti biasa.

Sriwida menjelaskan, pihak sekolah baru mendapat informasi dari orang tua korban pada sore hari tanggal 21 Oktober 2025.

Setelah itu, mediasi dilakukan pada 22 Oktober 2025.

Diberitakan sejumlah media, ibu korban, Noviyanti sempat menceritakan berbagai aksi perundungan terhadap anaknya.

Terduga pelaku yang merupakan teman sebangku anaknya itu, disebut mulai melakukan perundungan sejak masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS).

MH mengaku kepada Noviyanti bahwa saat itu dirinya dipukul pelaku sampai tiga kali.

“Pertama kali itu awalnya pas MPLS. Awal dari MPLS udah kena juga dia, ditabokin sampai tiga kali,” ungkapnya di kediamannya, Kawasan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Senin (10 November 2025).

Noviyanti mengatakan, sejak saat itu anaknya kerap mendapat perlakuan kasar dari teman sebangkunya seperti ditendang dan dipukuli.

MH juga pernah ditusuk menggunakan sedotan pada bagian lengannya.

“Kalau lagi belajar ditendang lengannya. Asal nulis ditendang, sama punggungnya itu dipukul, sering ditusukin sama sedotan tangannya,” ujarnya.

Hingga puncaknya pada 20 Oktober 2025, MH diduga dihantam menggunakan kursi besi oleh pelaku di kelas saat jam istirahat.

Atas hal itu pun MH mengalami rabun mata sebelah kanan hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Di sisi lain, Noviyanti telah melakukan CT Scan untuk mengecek luka yang dialami MH.

Dari hasil CT Scan diketahui bahwa MH telah mengalami gangguan syaraf hingga harus menjalani pemeriksaan MRE.

Bagikan
Artikel Terkait
Pelatihan petugas haji tahun 2026 berlangsung lebih lama.
News

Pola Baru dan Perpanjangan Durasi Akan Diterapkan dalam Diklat PPIH 2026

finnews.id – Pola baru akan diterapkan dalam Pelatihan dan Pendidikan (Diklat) Petugas...

Awan panas meluncur sejauh 4 km dari puncak Semeru.
News

Luncuran Awan Panas Sejauh 4 Km Iringi Erupsi Gunung Semeru

finnews.id – Aawan panas dengan jarak luncur sejauh 4 kilometer dari puncak...

Gelondongan kayu banjir bandang di Sumatra dimanfaatkan untuk pembangunan huntara.
News

Kemenhut Manfaatkan Gelondongan Kayu Terbawa Banjir Bandang untuk Pembangunan Huntara di Aceh

Selain pemanfaatan kayu hanyutan, kegiatan juga dibarengi pembersihan fasilitas umum dan penataan...

Yaqut Cholil Qoumas tersangka korupsi haji
Hukum & Kriminal

KPK Pastikan Segera Tahan Eks Menag Yaqut Cholil Qoumas Kasus Korupsi Kuota Haji

finnews.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan akan segera melakukan penahanan terhadap...