Home Entertainment 2 Film Jepang Tunda Penayangannya di China, Efek Ketegangan Geopolitik
Entertainment

2 Film Jepang Tunda Penayangannya di China, Efek Ketegangan Geopolitik

Bagikan
Jepang Tunda Penayangan Film
Jepang Tunda Penayangan Film, Image: Frank_Rietsch / Pixabay
Bagikan

finnews.id – Jepang tunda penayangan film di China menjadi sorotan utama pekan ini. Keputusan ini muncul setelah pernyataan politik yang memicu ketegangan antara Tokyo dan Beijing.

Penundaan ini menegaskan bahwa dunia hiburan tidak bisa lepas dari dinamika geopolitik, terutama ketika pasar China merupakan salah satu tujuan terbesar bagi film Jepang.

Dampak dari keputusan ini terlihat tidak hanya pada industri hiburan, tetapi juga pada persepsi publik, ekonomi, dan hubungan bilateral kedua negara.

Latar Belakang Penundaan

Ketegangan dimulai setelah Perdana Menteri Jepang menyatakan kemungkinan tindakan militer jika China menyerang Taiwan.

Komentar ini langsung memicu respons kuat dari pemerintah China dan opini publik, menciptakan suasana tidak nyaman bagi rilis film Jepang di China.

Sebagai respons, distributor dan importir Jepang menilai ulang rencana rilis film mereka. Akhirnya, dua film populer, Crayon Shin‑chan the Movie: Super Hot! The Spicy Kasukabe Dancers dan Cells at Work!, mengalami penundaan.

Keputusan ini menunjukkan bahwa Jepang tunda penayangan film sebagai langkah strategis untuk menghindari risiko politik dan finansial.

Film yang Ditunda dan Dampaknya

Crayon Shin‑chan merupakan film animasi komedi yang mengikuti petualangan seorang anak laki-laki dan teman-temannya.

Film ini biasanya memiliki basis penggemar yang besar di China.

Sementara itu, Cells at Work! adalah film live action yang diadaptasi dari manga tentang sel darah manusia melawan virus, menggabungkan edukasi dengan hiburan.

Penundaan kedua film ini menimbulkan pertanyaan mengenai sejauh mana politik memengaruhi distribusi budaya populer, dan menegaskan alasan mengapa Jepang tunda penayangan film di China.

Dampak penundaan tidak berhenti pada hiburan semata. Penjualan tiket untuk film lain, seperti Demon Slayer: Infinity Castle, mengalami penurunan.

Meskipun film ini tetap tayang, publik China menunjukkan ketidakpuasan akibat ketegangan politik, sehingga distributor Jepang harus mempertimbangkan langkah-langkah mitigasi.

Situasi ini semakin menekankan bahwa keputusan Jepang tunda penayangan film berkaitan erat dengan respons publik dan kondisi geopolitik yang berkembang.

Bagikan
Artikel Terkait
Rezky Aditya Citra Kirana Umrah Ramadan 2026
Entertainment

Kejar Lailatulqadar di Tanah Suci, Rezky Aditya dan Citra Kirana Umrah 10 Hari Terakhir Ramadan

fin.co.id – Pasangan selebriti Rezky Aditya dan Citra Kirana membawa kabar spesial...

Vicky Prasetyo dugaan penipuan modal politik
Entertainment

Janji Manis Pilkada Berujung Somasi: Vicky Prasetyo Diduga Tilap Modal Politik Rp700 Juta

Finnews.id – Dunia hiburan kembali dihebohkan dengan kabar miring yang menerpa artis...

Entertainment

SEAblings jadi SOLUSI Cegah Perpecahan antara Identitas Lokal

finnews.id – SEAblings: Makna Persaudaraan Antar Bangsa Asia Tenggara SEAblings atau “South...

Ikang Fawzi tanggapi pencopotan Chiki Fawzi
Entertainment

Chiki Fawzi Dicopot dari Petugas Haji, Ikang Fawzi Berang: Saya Bukan Sedih, Tapi Tersinggung!

Finnews.id – Kabar mengejutkan datang dari keluarga musisi senior Ikang Fawzi. Putrinya,...