Home Internasional Hutan Amazon di Ambang Titik Balik
Internasional

Hutan Amazon di Ambang Titik Balik

Bagikan
Hutan Amazon
Hutan Amazon: Useche360 / Pixabay
Bagikan

Dampak Sosial dan Ekonomi terhadap Masyarakat Lokal

Petani kecil di sekitar wilayah Santarém bercerita bahwa cuaca berubah drastis sejak lahan hutan orang tebang untuk soya. Mereka melihat musim hujan menjadi semakin pendek dan suhu udara naik signifikan. Ketika hujan berkurang, sungai mengering dan irigasi pertanian gagal. Akhirnya, sumber pangan tradisional ikut terancam.

Hutan Amazon juga memiliki lebih dari 30 juta penduduk termasuk masyarakat adat. Ketika ekspansi perkebunan meluas, potensi perebutan lahan, konflik agraria, hingga penggusuran paksa semakin besar.

Peringatan Ilmuwan dan Tekanan Internasional

Walaupun kelompok pro bisnis menyebut moratorium sebagai cartel yang menghambat pertumbuhan ekonomi, perusahaan global di Inggris serta organisasi seperti WWF justru memperingatkan konsekuensi fatal dari pembatalan kebijakan tersebut. Mereka menyatakan bahwa mencabut larangan dapat membuka wilayah seluas negara Portugal untuk ditebang.

Hutan Amazon bukan sekadar sumber ekonomi. Ia adalah penyangga kehidupan di planet ini. Ketika wilayah ini rusak, pada akhirnya tidak ada industri, negara, atau masyarakat yang benar-benar menang.

Penutup

Saat dunia menghadapi perubahan iklim paling ekstrem dalam sejarah modern, mempertahankan Hutan Amazon bukan lagi pilihan, tetapi keharusan. Jika larangan soya runtuh, gelombang deforestasi baru bisa muncul. Pada titik itu, yang hilang bukan hanya pepohonan, tetapi kestabilan iklim Bumi, masa depan biodiversitas, dan kemampuan manusia bertahan.

Kini, tanggung jawab ada pada pemerintah Brasil, komunitas global, dan konsumen dunia untuk memastikan paru-paru planet ini tetap hidup. Jika kehancuran dibiarkan, yang tersisa nanti hanya kenangan tentang salah satu bentang alam paling megah yang pernah Bumi milik.

References

World Wildlife Fund
BBC International
Large-Scale Biosphere-Atmosphere Experiment (LBA) Brazil
Greenpeace Research Department
Cargill Supply Chain Environmental Statement

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Polisi Israel Tangkap Imam Masjid Al-aqsa

Meski sempat dilarikan ke rumah sakit, sumber resmi Palestina menyatakan nyawanya tidak...

Internasional

Menlu AS: Sulit Mencapai Kesepakatan dengan Iran, Tetapi Kami Akan Coba

finnews.id – Mencapai kesepakatan dengan Iran akan sulit, kata Menteri Luar Negeri...

Internasional

Menlu AS Sebut Washington Ingin Hidupkan Kembali Persahabatan Lama dengan Eropa

fin.co.id – Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio berusaha meyakinkan Eropa bahwa...

Internasional

Rusia ‘Say Goodbye’ ke Whatsapp, Alasannya Klasik

finnews.id – Rusia Mengancam Blokir Total WhatsApp: Promosikan Aplikasi Domestik sebagai Alternatif...