3. Korea Selatan: Gat dan Lampion Perdamaian
Hampir sepertiga penduduk Korea Selatan mengidentifikasi diri sebagai penganut Kristen. Dengan cuaca dingin dan salju, mereka sering mengalami Natal Putih. Natal ditetapkan sebagai hari libur nasional, hari di mana masyarakat merayakan bersama teman dan keluarga.
Hidangan Natal Barat telah digantikan oleh makanan khas Korea, seperti bulgogi (daging sapi), mie ubi jalar japchae, dan tentunya kimchi. Sinterklas di sana dikenal sebagai Santa Harabeoji (Kakek Santa), yang kerap mengenakan jubah hijau atau biru, dan kadang-kadang terlihat memakai gat, topi tinggi yang dahulu dikenakan bangsawan Korea kekaisaran.
Selain itu, Kuil Buddha Jogyesa di Seoul memasang lampion berbentuk pohon Natal sebagai simbol perdamaian dan kerukunan antaragama.
4. India: Bintang Mengapung dan Kereta Kuda
Perayaan di India selalu dikenal berwarna-warni dan bersemangat, dan Natal tidak menjadi pengecualian. Meskipun perayaan terjadi di seluruh negeri, perayaan paling meriah terdapat di wilayah dengan populasi Katolik yang signifikan, seperti Goa.
Gereja, pasar, dan rumah-rumah di sana dihiasi dengan lampion kertas berbentuk bintang raksasa yang digantung di antara rumah-rumah, menciptakan pemandangan bintang-bintang yang seolah mengapung di atas jalanan.
Makan malam Natal paling umum disantap pada Malam Natal. Perjamuan mewah ini biasanya meliputi biryani, kari daging, dan koleksi makanan penutup serta kue-kue Goan yang disebut kuswar. Setelah makan malam, umat Kristiani setempat menghadiri misa tengah malam di gereja-gereja yang telah didekorasi dengan poinsettia dan lilin.
Sinterklas, atau yang lebih dikenal sebagai Christmas Baba di India, mengantarkan hadiahnya dari kereta yang ditarik kuda, bukan dengan kereta luncur rusa.
5. Tiongkok Daratan: Apel Perdamaian dan Saksofon Sinterklas
Di Tiongkok Daratan, Natal tidak dirayakan sebagai hari libur keagamaan maupun hari libur nasional. Hari raya ini diadaptasi secara unik, berfungsi sebagai hari perayaan bagi pasangan atau teman untuk berkumpul. Terdapat penggambaran Sinterklas yang tidak biasa, di mana ia sering terlihat memegang saksofon.