Home Internasional Resmi Diberlakukan! AS Tolak Visa Imigran Penderita Diabetes & Obesitas, Dianggap ‘Beban Publik’
Internasional

Resmi Diberlakukan! AS Tolak Visa Imigran Penderita Diabetes & Obesitas, Dianggap ‘Beban Publik’

Bagikan
Visa Imigran AS
Pemerintahan Trump mengeluarkan panduan baru yang memungkinkan penolakan visa permanen AS bagi imigran dengan kondisi kesehatan kronis seperti diabetes atau obesitas. Kebijakan ini dinilai sangat ekspansif dan kontroversial.Foto:X@ current report
Bagikan

Diperkirakan sekitar 10% populasi dunia menderita diabetes, sementara penyakit kardiovaskular merupakan pembunuh utama secara global.

Selain itu, petugas visa didorong untuk mempertimbangkan kondisi lain, seperti obesitas, yang dicatat dapat menyebabkan komplikasi seperti asma, sleep apnea, dan tekanan darah tinggi.

“Semua ini dapat memerlukan perawatan jangka panjang yang mahal,” bunyi cable tersebut.

Spekulasi Biaya Medis dan Kritik Pakar Hukum

Petugas visa juga diperintahkan untuk menentukan apakah pemohon memiliki sumber daya keuangan yang memadai untuk menutupi biaya pengobatan tanpa bantuan pemerintah AS.

Teks arahan bertanya: “Apakah pemohon memiliki sumber daya keuangan yang memadai untuk menutupi biaya perawatan tersebut sepanjang perkiraan masa hidupnya tanpa mencari bantuan tunai publik atau institusionalisasi jangka panjang dengan biaya pemerintah?”

Pakar hukum imigrasi senior, Charles Wheeler, menilai bahasa cable ini bertentangan dengan Foreign Affairs Manual (manual internal State Department) yang menyatakan bahwa petugas visa tidak dapat menolak aplikasi berdasarkan skenario “bagaimana jika” di masa depan.

Ia khawatir petugas visa yang tidak terlatih secara medis diarahkan untuk mengembangkan “pemikiran mereka sendiri tentang apa yang dapat menyebabkan semacam biaya medis di masa depan,” yang dapat didasari bias pribadi.

Panduan tersebut bahkan meminta petugas visa mempertimbangkan kesehatan anggota keluarga pemohon, termasuk anak-anak atau orang tua.

Pengacara imigrasi, Sophia Genovese, menyoroti bahwa panduan ini mendorong spekulasi terhadap biaya perawatan medis dan kemampuan kerja pemohon di AS berdasarkan riwayat kesehatan mereka, yang dinilainya sangat ekspansif dan dapat menimbulkan banyak masalah saat wawancara konsuler.

Bagikan
Artikel Terkait
Internasional

Wali Kota New York, Zohran Mamdani Cabut Perintah Eksekutif yang Dukung Israel

finnews.id – Pada hari pertamanya menjabat sebagai Wali Kota New York, Zohran...

China gelar latihan militer dekat wilayah Taiwan.
Internasional

AS: Latihan Militer China di Dekat Taiwan Meningkatkan Ketegangan

finnews.id – Latihan perang China di sekitar Taiwan telah meningkatkan ketegangan di...

Presiden AS Donald Trump.
Internasional

Trump Sebut AS Akan Lakukan Misi Penyelamatan Jika Iran Membunuh Demonstran

finnews.id – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengatakan negaranya “siap siaga”...

Internasional

Jaga Tata Krama dan Kebersihan, Malaysia Tetapkan Denda RM2000 Bagi Pelanggar

Menurutnya, setiap pemilik atau kontraktor akan dikenai tindakan tegas apabila terbukti gagal...