Pemakaman di Imogiri ini merupakan tradisi yang dipertahankan Keraton Surakarta. Jenazah almarhum akan diberangkatkan dari pintu Magangan Keraton Surakarta menuju Loji Gandrung menggunakan kereta jenazah, sebelum dibawa menggunakan ambulans ke lokasi peristirahatan terakhirnya.
Kehadiran dan penghormatan yang diberikan oleh Sri Sultan HB X bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi merupakan penegasan bahwa meski terpisah secara administratif, ikatan budaya dan persaudaraan antara Solo dan Jogja tetap menjadi pilar utama kebudayaan Jawa.